RSS

Monthly Archives: March 2012

Gunung Kelud [Stratovolcano]

Awalnya ngiler melihat foto panorama gunung kelud di FB temen ciprut [Binti]. Akhirnya hari minggu tanggal 18 maret 2012 kemaren ciprut diajak jalan-jalan ke sana. Seru juga liburan kali ini. Dari Klaten ciprut berangkat jam 17.00 naik bis menuju Bra’an-Kertosono jam  22.30, disana ciprut udah janjian sama temen-temen yang berangkat dari Surabaya dengan mobil pribadi, tujuan kita adalah kota Tahu Poong [Kediri-Ngadiluwih], disana kita bermalam dirumah temen ciprut [Suyanto-Irwin]. Jam 11.33 kita mulai berangkat dari Kediri dan sampai di G. Kelud jam 13.30.

Tiket masuk ke kawasan G. Kelud sekarang ternyata naik dua kali lipat dari sebelumnya [Rp. 10000] tapi ini masih termasuk murah. Meskipun  sudah siang tapi udara masih terasa segar namun kita harus berhati-hati karena jalur yang kita lewati rawan longsor dan terdapat ‘Jalan Misterius’, konon katanya ketika melewati jalan ini tanpa menyalakan mesin kendaraan akan melaju dengan sendirinya kearah tanjakan, saya rasa lokasi itu terdapat medan magnet tertentu.

Gunung Kelud berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri dengan ketinggian 1.731 Mdpl. Gunung Kelud (sering disalahtuliskan menjadi Kelut yang berarti “sapu” dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut,ClootKloet, atau Kloete). Gunung ini termasuk dalam ‘Cincin Api Pasifik’ dan masih aktif hingga sekarang. Sebelumnya G. Kelud memiliki danau dengan air berwarna biru/tosca di kawahnya… indah sekali, namun sejak tahun 2007 danau itu menghilang karena gunung ini kembali meningkat aktivitasnya dan membentuk sebuah anak gunung di tengah-tengahnya. Karena merupakan gunung yang masih aktif hingga sekarang G. Kelud memiliki sumber air panas. Favorit saya disini adalah pemandangan dinding tebingnya selain menakjubkan juga sering digunakan sebagai area panjat tebing. Kawasan G. Kelud juga sering digunakan sebagai olahraga jogging, lintas alam, dan bumi perkemahan bagi penggiat olahraga alam bebas.

Here are some photos of Kelud. I wish I could take a better picture.

 

 

Advertisements
 
6 Comments

Posted by on March 29, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , ,

Gunung Tangkuban Prahu – 2012

Weekend tanggal 11 Maret 2012 kemarin ciprut sempat mengunjungi rumah sahabat ciprut di Bandung tepatnya di daerah Dago, ini liburan yang singkat, sabtu malem berangkat dari Klaten dan minggu-nya ciprut diajak jalan-jalan ke Kawah Tangkuban Prahu, trus malemnya dah balik lagi ke Klaten karena hari senin harus kerja lagi, waktu yang singkat untuk melepas kangen dengan sahabat lama dan kawasan Gunung Tangkuban Prahu jadi tempat nongkrong sejenak kita.

Kawah Tangkuban Prahu berada di 2084 Mdpl dan termasuk dalam wilayah Kab. Subang. Dari Dago [Bandung] ke kawasan Kawah Tangkuban Prahu jaraknya cuman 17km dan menempuh jarak waktu skitar 30menit doang, Kawah Tangkuban Prahu sebenarnya berupa deretan beberapa kawah yang sangat menakjubkan dan dikelilingi dengan gunung-gunung di sampingnya. Ingin tahu kenapa namanya Tangkuban Prahu? Dari beberapa sumber yang ciprut dapatkan tentang Gunung Tangkuban Perahu bahwa dilihat dari kota Bandung, Gunung Tangkuban Prahu memiliki bentuk yang unik menyerupai perahu terbalik (Bahasa Sunda : tangkuban = terbalik, parahu = Perahu). Bentuk unik dipercaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan kisah legenda Sangkuriang. Saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah demikian juga dasar kawah dapat terlihat cukup jelas sehingga mampu menyajikan pemandangan panoramic yang spektakuler. Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Di kawasan Gunung Tangkuban Prahu terdapat 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang, Kawah-kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Sayangnya ciprut ndak sempat menjelajahi semua kawah itu karena awaktu yang mepet, maklum liburan singkat. Lain kali harus dituntaskan. n_n

Berikut beberapa dokumentasi ciprut di kawasan Gunung Tangkuban Prahu.

FYI : Untuk tiket masuk ke kawasan Gunung Tangkuban Prahu antara wisatawan luar dan domestik terdapat perbedaan dan untuk nominalnya tidak dapat dipastikan karena sering berubah-ubah setiap saat [entah karena apa sebabnya].

 
2 Comments

Posted by on March 27, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , ,

Ergonomi Kursi Kerja

Mengapa saya memposting artikel tentang kursi keja? Itu karena sekarang saya sedang berkutat pada desain furniture yang spesifikasi project-nya berupa kursi kerja dan mengapa membahas tentang tingkat ergonomis kursi kerja? Karena kursi kerja berkaitan erat dengan tingkat ergonomis user secara langsung.

Kursi kerja awalnya lahir dari kebutuhan aktivitas pekerja yang menghabiskan waktu kerjanya dengan cara duduk [misalnya: pekerja di bidang Administratif dll]. Jaman dahulu [tahun1800-an] kursi kerja masih terbuat dari kayu karena selain mudah mendapatkan bahan materialnya, untuk proses pembuatannya juga kala itu lebih mudah seperti membuat furniture kursi biasa. Kursi kerja modern awalnya dipopulerkan oleh ilmuan terkenal yaitu Charles Darwin, awalnya ia memasang roda pada kursinya sehingga memudahkannya untuk mengambil bahan-bahan percobaan. Fitur roda memudahkan penggunanya untuk menjangkau daerah sekitar tempatnya bekerja dengan cepat. Penemuan spontan yang cerdas pada masa itu.

Hingga sekarang ini kebutuhan kursi kerja sendiri meningkat dalam berbagai jenis dan inovasi dalam desainnya termasuk dalam memberikan perbedaan yang jelas antara kursi kerja untuk pekerja biasa dan kursi kerja untuk eksekutif. Jaman dahulu kursi keja eksekutif biasanya berupa kursi dengan sandaran lurus dan tidak dapat bergerak untuk menegaskan statusnya sebagai atasan, namun kini dibuat dimensinya sangat lebar dan besar serta lebih ergonomis dengan menggunakan bantalan kursi.

Dengan berjalannya waktu, mulai bermunculan desain-desain kursi kerja yang lebih menyesuaikan dan mendukung tubuh pengguna. Seperti kursi kerja modern yang sering kita lihat saat ini, bahkan pada masa itu mulai bermunculan kursi kerja yang memiliki fiture untuk menyesuaikan ketinggian dudukan [adjustable]. Salah satu pelopor terciptanya sebuah kursi kerja modern adalah Sedus, perusahaan Jerman, yang berdiri pada tahun 1871 di Waldshut. Tahun 1925, di Eropa mulai dikembangkan kursi kerja fiture adjustable untuk menaik turunkan ketinggian dudukan dan penambahan pegas pada dudukan. Tahun 1930, penggunaan kursi mulai ditambahkan dengan fiture swivel supaya kursi bisa berputar 180 derajad.

Beberapa contoh desain kursi kerja yang terjadi akibat perkembangan teknologi:

  • Kursi komputer, didesain untuk dapat digunakan dalam jangka waktu yang nyaman dan dapat diatur. Biasanya memiliki fitur dudukan dan sandaran yang dapat diatur, roda, dan swivel, serta dilapisi bantalan untuk kenyamanan. Kursi yang sama akan digunakan oleh orang yang berbeda-beda. Untuk itulah fungsi pengaturan pada kursi ini sangatlah penting.
  • Kursi meshberupa kursi yang terbuat dari bahan jala/berlubang-lubang transparan. Faktor iklim menjadi pencetus utama lahirnya kursi ini. Penggunaan material ini memastikan udara dapat mengalir sehingga tidak terasa panas saat diduduki.
  • Kursi eksekutif, biasanya menggunakan bahan pelapis yang terbaik serta kebanyakan memiliki sandaran yang tinggi atau memiliki sandaran kepala. Kursi eksekutif ini biasanya memiliki ciri khas menggunakan bahan pelapis dari kulit, namun saat ini banyak juga eksekutif yang menggunakan material mesh/membrane.

Ergonomi kursi kerja

Ergonomi secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai ilmu tentang segala aspek kegiatan. Dalam pengertian yang lebih spesifik, ergonomi adalah studi yang mempelajari teknik dan metode-metode untuk menyelaraskan kegiatan kerja kepada pekerja, membuat kegiatan kerja lebih nyaman sembari mengurangi risiko cedera/kecelakaan kerja.

Kursi kerja sangat berhubungan erat dengan masalah ergonomis yang mulai menjadi isu utama dan pertimbangan penting dalam sebuah kursi kerja sejak tahun 1970-an. Karena kursi kerja seringkali  digunakan dalam waktu yang lama dalam bekerja, maka kursi kerja ergonomis didesain untuk mendukung posisi duduk yang benar sehingga meminimalisasi cidera yang terjadi pada tubuh akibat duduk yang terlalu lama. Ketidaknyamanan, pegal, kesemutan, kekakuan, bengkak, rasa terbakar, iritasi, dan sulit tidur merupakan salah satu dampak dari posisi duduk yang tidak benar serta sikap tidak acuh terhadap aspek ergonomis. Ketegangan sistem otot, yang disebabkan oleh beban otot statik dan postur kerja yang salah, bila terjadi terus menerus tanpa disadari mampu menyebabkan kerusakan saraf, bahkan kecacatan pada tulang belakang yang merupakan pendukung utama tubuh manusia.

Rodney K. Lefler, DC dari Spine-health.com menyebutkan tujuh kriteria umum yang harus diperhatikan dalam memilih kursi kerja untuk memenuhi standar sebagai kursi ergonomis sebagai berikut:

  1. Ketinggian tempat duduk: berkisar antara 16 – 21 inci (40 – 53 cm) dari lantai, dan harus dapat disetel oleh pemakai (adjustable).
  2. Lebar dan kedalaman tempat duduk. Standar lebar jok kursi adalah 17 – 20 inci (43 – 51 cm) dengan kedalaman (selisih tinggi dari bagian depan hingga bagian yang menyangga pantat pada tempat duduk/jok) antara 2 – 4 inci (5 – 10 cm).
  3. Lumbar support. Kursi ergonomik harus memiliki setelan penyangga pinggang sesuai kebutuhan spesifik masing-masing pengguna
  4. Sandaran punggung (backrest) dengan lebar antara 12 – 19 inci (30,5 – 48,2 cm)
  5. Material lapisan kursi dari bahan yang dapat “bernapas” (berpori dan dapat mendukung sirkulasi udara sehingga tidak menimbulkan efek negatif apabila digunakan dalam waktu lama)
  6. Sandaran lengan (armrest) yang dapat disetel
  7. Swivel: penyangga putar kursi harus dapat memutar dengan mudah sehingga pengguna dapat meraih sesuatu tanpa harus terlalu merentangkan tubuhnya dengan sudut yang dapat memicu terjadinya cedera.

Namun harap diperhatikan bahwa patokan yang diberikan oleh Rodney K. Lefler di atas adalah standar buat ukuran tubuh ras kaukasia alias orang bule. Untuk orang Asia, khususnya Indonesia diperlukan sejumlah penyesuaian ulang. Ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri buat para pakar kesehatan punggung dan desainer kursi ergonomis. Untuk saya sendiri selain memakai patokan ukuran dari Rodey K diatas, saya juga sering memakai  ukuran dari buku Julius Panero dan Eko Nurmianto karena kebutuhan ergonomi desain yang sering saya buat tidak hanya berhubungan dengan ergonomi orang Amerika atau Eropa saja, melainkan untuk orang Asia juga.

 
4 Comments

Posted by on March 9, 2012 in Art & Design, Articles

 

Tags: , , , ,

Mengunjungi Sang Maestro Seni Lukis [ Museum Affandi ]

Affandi (1907-1990) adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia. Pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionismenya atau abstrak sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. Dengan mengunjungi tempat ini berasa telah diberi kesempatan untuk mengetahui bagian hidup yang sangat berarti bagi Sang Maestro ini, kita bisa melihat karya-karya agung semasa sang maestro hidup, karya para pelukis lain yang ditampungnya, alat transportasi yang dipakainya dahulu, rumah yang ditinggali hingga sebuah sanggar yang kini dipakai untuk membina bakat melukis anak. Dari brosur museum yang Ciprut baca juga telah menjelaskan banyak hal tentang Museum Affandi.

Museun Affandi terletak di jalan L. Adisucipto 167, yaitu jalan utama sebelum masuk pusat kota Jogja, di tepi barat sungai Gajahwong. Letaknya sangat Strategis sebagai salah satu kompleks museum seni lukis di Jogja. Kompleks museum ini menempati tanah sekitar 3.500 m2 terdiri atas bangunan rumah tinggal pelukis Affandi dan Keluarganya. Lahan yang berteras tidak menghambat Affandi dalam menciptakan tata letak bangunan beserta lingkungnnya. Pembangunan kompleks museum ini dilakukan secara bertahap dan dirancang sendiri oleh Affandi.

Galeri I

Pada tahun 1962 Affandi selesai membangu Galeri I dengan luas bangunan 314.6 m2 sebagai ruang pameran bagi sejumlah hasil karya lukisannya. Bangunan Galeri I ini kemudian diresmikan oleh Direktur Jendral Kebudayaan Prof. Ida Bagus Mantra pada tahun 1974. Pada Galeri I dapat disaksikan hasil karya Affandi yang berupa lukisan dari tahun-tahun awal hingga tahun terakhir semasa hidupnya. Lukisan tersebut terdiri atas sketsa-sketsa diatas kertas, lukisan cat air, pastel, serta cat minyak diatas kanvas. Hasil karya dua buah patung potret diri yang terbuat dari tanah liat dan semen, serta sebuh reproduksi patung karyanya erupa potret diri bersama putrinya Kartika. Sebuah mobil Colt Gallant tahun 1976 adalah mobil kesayangan smasa hidupnya yang telah dimodifikasi sehingga menyerupai bentuk ikan yang terpajang di dalam ruangan ini pula. Selain itu terdapat sepedah dan sejumlah reproduksi diatas kanvas dan kertas.

Galeri II

Pada tahun 1987 Presiden Soeharto memberikan bantuan berupa pendirian sebuah bangunan Galeri II, yang menempati areal tanah seluas 351,5 m2. Bangunan Galeri II ini kemudian diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hassan pada tanggal 9 Juni 1988.

Galeri III

 

Galeri III didirikan tahun 1997 dan diresmikan oleh Sri Sultan HB X pada tanggal 26 Mei 2000 dan dibangun atas ide dasar yang sama dengan bangunan lainnya antara kompleks museum yang menggunakan bentuk garis melengkung dengan atap yang membentuk pelepah daun pisang. Galeri III mempunyai tiga lantai bangunan, lantai I digunakan untuk ruang pameran, lantai II untuk ruang perawatan/perbaikan lukisan, dan lantai ruang bawah tanah sebagai ruang penyimpanan lukisan.

Studio Gajah Wong I diresmikan pada bulan Januari 2004 berfungsi sebagai ruang pamer. Kemudian pada bulan Januari 2010, studio Gajah Wong II diresmikan dan digunakan sebagai tempat belajar anak-anak dan dewasa.

Bangunan lain yang terdapat di kompleks museum Affandi ini merupakan bangunan pelengkap, yang dahulu difungsikan Affandi sebagai bangunan keluarga, yang direncanakan sebagai ruang untuk konservasi lukisan, guesthouse, dan lain sebagainya. Kolam renang keluarga tempat berkumpulnya Affandi beserta anak cucu pada saat tertentu. Sebagai peristirahatannya yang terakhir, Affandi wafat pada tanggal 23 Mei 1990 dan telah memilih tempat pemakamannya diantara 2 bangunan Galeri I dan II, berdampingan dengan istrinya Maryati, dikelilingi lukisan hasil karyanya serta rimbunan tanaman. Sebagi bagian dari komples Museum Affandi, rumah tinggal Affandi dan keluarganya berbentuk rumah panggung dengan konstruksi tiang penyangga utama dari beton dan tiang-tiang kayu, dan atap dari bahan sirap yang membentuk sebuah pelepah daun pisang. Bangunan yang ada di kompleks museum ini seluruhnya spiral lengkung dan bagian atas rumah panggung merupakan kamar pribagi Affandi, sedangkan bagian bawah digunakan sebagai ruang duduk tamu serta garasi mobil.

Sebuah gerobak telah dimodifikasi menjadi sebuah kamar, lengkap dengan dapur dan kamar kecilnya, dibangun Affandi atas permintaan Maryati istrinya sebagai tempat istirahat di siang hari dan tempat menyulam karya-karyanya. Bentuk gerobak menjadi ide pilihan Affandi, ketika semula Maryati menginginkan “caravan” [yang banyak digunakan masyarakat Amerika sebagai sarana tempat tinggal yang mudah berpindah tempat]. Semasa hidupnya Affandi disamping memilih koleksi hasil karya lukisnya, juga mengoleksi hasil karya seniman lain, yang berupa karya lukis, pahat, patung, dan lain sebagainnya. Koleksi karya seniman lainini terdiri dari hasil karya seniman pemula hingga seniman ternama Indonesia lainnya, koleksi lukisan Affandi yang tersimpan saat ini berjumlah 300 buah, yang dipamerkan berkala secara bergantian di museumnya.

Alamat:

MUSEUM AFFANDI
Jl. Laksda Adisucipto 167
Yogyakarta 55281

Telp. 0274-562 593

Jam Kunjungan:

Senin-Minggu 09.00-16.00
Hari libur nasional tutup

Tiket:
Tiket Rp 20.000 (bonus pensil dan kupon soft drink di Cafe Loteng)

Note: Dulu kamera dikenakan biaya Rp 10.000, sekarang tidak diperbolehkan memotret di dalam galeri.

 
1 Comment

Posted by on March 2, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , , , ,

 
%d bloggers like this: