RSS

Ergonomi Kursi Kerja

09 Mar

Mengapa ciprut memposting artikel tentang kursi keja? Itu karena sekarang ciprut sedang berkutat pada desain furniture yang spesifikasi project-nya berupa kursi kerja dan mengapa membahas tentang tingkat ergonomis kursi kerja? Karena kursi kerja berkaitan erat dengan tingkat ergonomis user secara langsung.

Kursi kerja awalnya lahir dari kebutuhan aktivitas pekerja yang menghabiskan waktu kerjanya dengan cara duduk [misalnya: pekerja di bidang Administratif dll]. Jaman dahulu [tahun1800-an] kursi kerja masih terbuat dari kayu karena selain mudah mendapatkan bahan materialnya, untuk proses pembuatannya juga kala itu lebih mudah seperti membuat furniture kursi biasa. Kursi kerja modern awalnya dipopulerkan oleh ilmuan terkenal yaitu Charles Darwin, awalnya ia memasang roda pada kursinya sehingga memudahkannya untuk mengambil bahan-bahan percobaan. Fitur roda memudahkan penggunanya untuk menjangkau daerah sekitar tempatnya bekerja dengan cepat. Penemuan spontan yang cerdas pada masa itu.

Hingga sekarang ini kebutuhan kursi kerja sendiri meningkat dalam berbagai jenis dan inovasi dalam desainnya termasuk dalam memberikan perbedaan yang jelas antara kursi kerja untuk pekerja biasa dan kursi kerja untuk eksekutif. Jaman dahulu kursi keja eksekutif biasanya berupa kursi dengan sandaran lurus dan tidak dapat bergerak untuk menegaskan statusnya sebagai atasan, namun kini dibuat dimensinya sangat lebar dan besar serta lebih ergonomis dengan menggunakan bantalan kursi.

Dengan berjalannya waktu, mulai bermunculan desain-desain kursi kerja yang lebih menyesuaikan dan mendukung tubuh pengguna. Seperti kursi kerja modern yang sering kita lihat saat ini, bahkan pada masa itu mulai bermunculan kursi kerja yang memiliki fiture untuk menyesuaikan ketinggian dudukan [adjustable]. Salah satu pelopor terciptanya sebuah kursi kerja modern adalah Sedus, perusahaan Jerman, yang berdiri pada tahun 1871 di Waldshut. Tahun 1925, di Eropa mulai dikembangkan kursi kerja fiture adjustable untuk menaik turunkan ketinggian dudukan dan penambahan pegas pada dudukan. Tahun 1930, penggunaan kursi mulai ditambahkan dengan fiture swivel supaya kursi bisa berputar 180 derajad.

Beberapa contoh desain kursi kerja yang terjadi akibat perkembangan teknologi:

  • Kursi komputer, didesain untuk dapat digunakan dalam jangka waktu yang nyaman dan dapat diatur. Biasanya memiliki fitur dudukan dan sandaran yang dapat diatur, roda, dan swivel, serta dilapisi bantalan untuk kenyamanan. Kursi yang sama akan digunakan oleh orang yang berbeda-beda. Untuk itulah fungsi pengaturan pada kursi ini sangatlah penting.
  • Kursi meshberupa kursi yang terbuat dari bahan jala/berlubang-lubang transparan. Faktor iklim menjadi pencetus utama lahirnya kursi ini. Penggunaan material ini memastikan udara dapat mengalir sehingga tidak terasa panas saat diduduki.
  • Kursi eksekutif, biasanya menggunakan bahan pelapis yang terbaik serta kebanyakan memiliki sandaran yang tinggi atau memiliki sandaran kepala. Kursi eksekutif ini biasanya memiliki ciri khas menggunakan bahan pelapis dari kulit, namun saat ini banyak juga eksekutif yang menggunakan material mesh/membrane.

Ergonomi kursi kerja

Ergonomi secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai ilmu tentang segala aspek kegiatan. Dalam pengertian yang lebih spesifik, ergonomi adalah studi yang mempelajari teknik dan metode-metode untuk menyelaraskan kegiatan kerja kepada pekerja, membuat kegiatan kerja lebih nyaman sembari mengurangi risiko cedera/kecelakaan kerja.

Kursi kerja sangat berhubungan erat dengan masalah ergonomis yang mulai menjadi isu utama dan pertimbangan penting dalam sebuah kursi kerja sejak tahun 1970-an. Karena kursi kerja seringkali  digunakan dalam waktu yang lama dalam bekerja, maka kursi kerja ergonomis didesain untuk mendukung posisi duduk yang benar sehingga meminimalisasi cidera yang terjadi pada tubuh akibat duduk yang terlalu lama. Ketidaknyamanan, pegal, kesemutan, kekakuan, bengkak, rasa terbakar, iritasi, dan sulit tidur merupakan salah satu dampak dari posisi duduk yang tidak benar serta sikap tidak acuh terhadap aspek ergonomis. Ketegangan sistem otot, yang disebabkan oleh beban otot statik dan postur kerja yang salah, bila terjadi terus menerus tanpa disadari mampu menyebabkan kerusakan saraf, bahkan kecacatan pada tulang belakang yang merupakan pendukung utama tubuh manusia.

Rodney K. Lefler, DC dari Spine-health.com menyebutkan tujuh kriteria umum yang harus diperhatikan dalam memilih kursi kerja untuk memenuhi standar sebagai kursi ergonomis sebagai berikut:

  1. Ketinggian tempat duduk: berkisar antara 16 – 21 inci (40 – 53 cm) dari lantai, dan harus dapat disetel oleh pemakai (adjustable).
  2. Lebar dan kedalaman tempat duduk. Standar lebar jok kursi adalah 17 – 20 inci (43 – 51 cm) dengan kedalaman (selisih tinggi dari bagian depan hingga bagian yang menyangga pantat pada tempat duduk/jok) antara 2 – 4 inci (5 – 10 cm).
  3. Lumbar support. Kursi ergonomik harus memiliki setelan penyangga pinggang sesuai kebutuhan spesifik masing-masing pengguna
  4. Sandaran punggung (backrest) dengan lebar antara 12 – 19 inci (30,5 – 48,2 cm)
  5. Material lapisan kursi dari bahan yang dapat “bernapas” (berpori dan dapat mendukung sirkulasi udara sehingga tidak menimbulkan efek negatif apabila digunakan dalam waktu lama)
  6. Sandaran lengan (armrest) yang dapat disetel
  7. Swivel: penyangga putar kursi harus dapat memutar dengan mudah sehingga pengguna dapat meraih sesuatu tanpa harus terlalu merentangkan tubuhnya dengan sudut yang dapat memicu terjadinya cedera.

Namun harap diperhatikan bahwa patokan yang diberikan oleh Rodney K. Lefler di atas adalah standar buat ukuran tubuh ras kaukasia alias orangbule. Untuk orang Asia, khususnya Indonesia diperlukan sejumlah penyesuaian ulang. Ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri buat para pakar kesehatan punggung dan desainer kursi ergonomis. Untuk ciprut sendiri selain memakai patokan ukuran dari Rodey K diatas, ciprut juga sering memakai  ukuran dari buku Julius Panero dan Eko Nurmianto karena kebutuhan ergonomi desain yang sering ciprut bikin tidak hanya berhubungan dengan ergonomi orang Amerika atau Eropa saja, melainkan untuk orang Asia juga.

 
2 Comments

Posted by on March 9, 2012 in Art & Design

 

Tags: , ,

2 responses to “Ergonomi Kursi Kerja

  1. joni

    January 22, 2014 at 13:06

    Tq banget gan untuk tips nya, sangat bermanfaat.

     
    • Citra Ciprut World

      February 18, 2014 at 21:03

      terimakasih kembali. semoga tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat untuk yang lainnya jg.
      n_n

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: