RSS

Monthly Archives: April 2012

Gambas & Pare Yang Merambat & Bermanfaat.

Suatu hari kita dapet 2 biji misterius yang bentuknya agak aneh [itu karena kita belum pernah melihatnya sebelumnya]. Sambil menebak-nebak itu biji apa, kita langsung aja menanamnya. Beberapa minggu berlalu dan biji itu tumbuh menjalar di batang pohon jambu mente dan sampai pada kawat jemuran juga di depan kamar kosku, namun buahnya belum muncul juga, kita jadi sempet menebak berlagak sok tahu bahwa ini kayaknya tanaman labu, ternyata tebakan kita salah. Setelah bunga berwarna kuning bermunculan ternyata membuahkan pare dan gambas.

Tentang gambas, ada juga yang menyebutnya oyong, ketola, timput, lopang, bestru, blestru, blustru, belustru, dodahala, petola. Dari artikel yang pernah ciprut baca mengatakan bahwa gambas bisa digunakan sebagai obat diabetes, radang usus, asma, radang tenggorokan, radang kelenjar telinga, cacingan, memperlancar peredaran darah, hingga meningkatkan air susu ibu [ASI]. Selain untuk obat, gambas [serat gambas kering] juga sering digunakan sebagai bahan kerajinan seperti alat mandi/penggosok badan, campuran sabun [untuk aroma terapi], sandal hotel, dll. Selain untuk campuran masakan sayur, ternyata banyak sekali kan manfaatnya?

 

Sedangkan pare adalah tanaman merambat yang buahnya sangat pahit namun seringkali dipakai sebagai hidangan yang lezat bagi sebagian orang yang menyukainya.  Biasanya rasa pahit pada pare yang akan dimasak bisa dihilangkan dengan cara merendam dengan air garam dan memerasnya. Pare yang pahit ini mengandung vitamin, kalium dan karoten yang tinggi. Buah pare memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, diantaranya dapat menurunkan kadar gula dan mencegah pertumbuhan sel kanker, pare sangat baik sebagai antioksidan yang dapat menangkal serangan radikal bebas. Rasa pahit pada pare ternyata membawa manfaat yang cukup besar untuk kesehatan.

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2012 in Environment

 

Tags: , ,

Bibit Pertama ‘Cabe’

Selain kerja dan rutinitas harian lainnya, ciprut punya kegiatan lain di kos yaitu merawat tanaman yang ada di lahan depan kamar bersama teman kos [Ina]. Kegiatan menanam ini menghilangkan kejenuhan pada rutinitas harian dan membuat kosan terasa tidak gersang lagi.

Mulanya kita menanam bibit cabe yang diambil dari 1buah cabe rawit, selanjutnya kita jadi keranjingan menanam bibit cabe setiap kali ada cabe nganggur di kos, walhasil bibit cabe jadi bertambah banyak dan tumbuh membesar. Setelah beberapa hari, bibit cabe terus tumbuh dan membutuhkan tempat baru yang lebih layak, dari situ kita berfikir untuk mengumpulkan botol plastic bekas dan beberapa kantong palstik untuk media tanam-nya. Sebenarnya tanaman cabe harus dipindahkan ke tanah supaya akarnya bisa bebas menjalar dan tumbuh subur namun dengan banyaknya jumlah bibit cabe yang mulai membesar tidak memungkinkan untuk memindahkan semuanya ke tanah karena lahan didepan kamar kos kita tidak cukup luas, maka dari itu sebagian tanaman cabe masih kita pindahkan ke kantong plastic yang lebih besar.Beberapa bulan berlalu dengan berbagai macam pengalaman seru yang kita alami dalam merawat tanaman cabe ini, tinggi tanaman cabe yg tidak rata satu sama lain, tanaman yang tiba-tiba melayu/mati dengan sendirinya, daun-daun yang berubah jadi keriting, and when the white flowers begin popping up and turned into a fresh chillies in large quantities, this is a fun and encouraging.

 

 
3 Comments

Posted by on April 8, 2012 in Environment

 

Tags: , , ,

 
%d bloggers like this: