RSS

Keterkaitan karakter masyarakat terhadap unsur desain di Jepang.

08 May

Lagi-lagi artikel dibuat dari pengalaman kerja yang sedang ciprut lakukan, kali ini ciprut ingin membahas tentang keterkaitan karakter masyarakat Jepang dengan selera desain masyarakat Jepang. Awalnya ciprut melakukan study literature tentang seluk-beluk Negara Jepang untuk mengetahui karakter masyarakat Jepang dari banyak aspek [Sosiologi, antropologis, demografis, dll], dari sini membuahkan acuan-acuan yang bisa diambil untuk konsep desain sebuah produk yang memiliki modern Japanese style.

Dari latar belakang aspek sosiologi dan demografis, Jepang saat ini merupakan negara yang memiliki karakter budaya urban-nya sendiri. Awalnya Jepang merupakan Negara yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, namun karena muncul banyak aspek kebutuhan di kehidupan masyarakat Jepang saat ini, hal tersebut berpengaruh dengan terjadinya pergeseran budaya untuk beradaptasi dengan jaman yang lebih modern. Kebutuhan dalam kehidupan masyarakat urban di jepang menjadikan suatu tolak ukur tersendiri, hal ini terlihat dalam sikap konsumerisme masyarakat yang sebenarnya ‘hemat’ dan seimbang antara hiburan / kesenangan / kepuasan konsumen dan kebutuhan yang bersifat fungsi-guna yang mensuport kebutuhan hidup masyarakat di Jepang, sedangkan istilah sikap konsumerisme yang ‘hemat’ disini contohnya merupakan ketertarikan akan desain atau produk-produk yang hemat, sustainable, hemat dalam penggunaan material, Hemat dalam penataan ruang [tidak terlalu banyak menggunakan barang berukuran besar dalam ruang], hemat waktu [missal : dalam pengoperasian] dll.

Dengan sifat dasar masyarakat jepang yang pantang menyerah, pekerja keras, teliti dalam melakukan banyak hal, gemar membaca [keingintahuan yang besar] dan loyalitas yang tinggi menjadikan Negara jepang mudah mengikuti/beradaptasi pada perkembangan jaman di dunia saat ini, hal ini bisa jadi penyebab mengapa masyarakat Jepang sangat inovatif dalam menyelesaikan suatu masalah selain itu terlihat pula pada cepatnya memulihkan perekonomian saat pasca bencana besar yang terjadi di Negara Jepang. Jepang bukanlah Negara penemu, tapi orang jepang mempunyai kelebihan untuk memunculkan inovasi baru berdasarkan masalah yang muncul di kehidupan masyarakat terhadap produk yang sudah ada, seperti halnya sumpit, pemutar musik [walkman] atau alat transportasi yang lebih cepat dan murah. Contoh lainnya seperti membentuk buah semangka menjadi kotak merupakan inovasi yang cemerlang dibidang pertanian Jepang, karena inovasi ini bisa memecahkan permasalahan dalam pengemasan yang hemat ruang dan efisien.

Dibalik kehidupan budaya urban yang penuh dengan tuntutan akan kebutuhan tertentu dan masuknya pengaruh budaya barat yang terjadi di Negara-negara asia saat ini, jepang masih tetap mempertahankan budaya dan tradisi yang dimiliki secara turun-temurun dengan sedikit penyesuaian jaman. Budaya untuk menghargai atau menghormati orang lain dan alam sering kali dilakukan pada bermacam-macam budaya-tradisi pada setiap acara tertentu dan setiap musim yang menjadi kebiasaan masyarakat. Contohnya:

  • Tradisi merangkai bunga [Ikebana] dan tradisi minum teh [chanoyu] memiliki teknik yang syarat akan filosofi. Tradisi minum teh sendiri tidak hanya sekedar untuk menjamu tamu namun juga untuk menikmati keindahan alam. Tradisi dan kebudayaan tersebut mempengaruhi aspek estetika desain dan filosofi bentuk pada produk, bangunan arsitek dan interior yang mendukung, seperti ruang yang berkesan luas/terbuka, material alam yang natural, suasana relax dari suara-suara alam, dll.
  • Kebijakan Ryosai kentro (istri yang baik dan ibu yang arif) masih dipegang teguh hingga sekarang. Kebijakan yang menetapkan posisi perempuan selaku manajer urusan rumah tangga dan perawat anak dirumah sedangkan sang ayah bekerja, tujuannya untuk menciptakan anak-anak bangsa yang lebih berkualitas, hal ini berpengaruh pula pada ergonomi desain produk.
  • Dengan latarbelakang aspek geografis jepang berupa Negara agraris, menuntut masyarakatnya untuk mampu hidup bersama dan bekerja secara harmonis antara satu dengan yang lainnya. Hal ini masih berpengaruh hingga sekarang, budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, tetapi 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “Rin-gi” adalah ritual dalam kelompok seperti membicarakan keputusan strategis.

Dari sedikit wacana diatas tentang karakter masyarakat Jepang saat ini, tak heran kalau desain-desain produk yang muncul sering kali memiliki unsur karakter sederhana/simplicity, bersih, natural, minimalist dan terkadang memiliki unsur craftmenship [menunjukkan kemampuan dalam ketelitian]. Seperti beberapa contoh dibawah ini:

 Sori Yanagi [Pioneer of Japanese industrial design]

 Isamu Noguchi [Artist of Sculpture, landscape architecture & furniture designer]

 Fumi masuda [Japanese Sustainable Designer, The Director of the EcoDesign Institute, A professor at the Design Department at Tokyo Zokei University]

 Masamichi katayama [Japanese interior designer]

 Tatsuo Yamamoto [Japanese furniture designer]

 
3 Comments

Posted by on May 8, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , , ,

3 responses to “Keterkaitan karakter masyarakat terhadap unsur desain di Jepang.

  1. citraciprutworld

    May 11, 2012 at 10:10

    Kalau ada yang mau mengoreksi dan memberi tanggapan tentang tulisan ini… sangat ciprut persilahkaaaaan.. mari kita sama-sama berbagi.
    n_n

     
  2. rifqiefiariha

    July 5, 2012 at 03:40

    aku malah lagi ngerti prut…. keren……..
    cuma publish nya kurang heboh ini… wakakaka

     
    • citraciprutworld

      July 5, 2012 at 08:19

      hehehe.. tererererengkyu Ep.. Jepang negara yg oke jg ternyata ya. sebenere analisa karakter Jepang iki masih banyak Ep, kalau di tulis bakal overload blogku entar.. hehehe.
      btw carane publish yg heboh iku gmn Ep?

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: