RSS

Monthly Archives: July 2012

Gunung Wilis Jalur Kediri – Mojo

 Pada Juni 2012 Ciprut bersama beberapa teman refreshing ke Gunung Wilis. Pendakian Gunung Wilis dari Kab. Kediri bisa melalui Kec. Mojo lebih tepatnya daerah Besuki. Di daerah ini terdapat wisata alam berupa Air Terjun, salah satu diantaranya Air Terjun Dolo, sayangnya kita tidak bisa menyempatkan diri untuk pergi ke wisata Air Terjun Doho tersebut karena waktu yang dirasa tidak memungkinkan. Kawasan Gunung Wilis berupa perbukitan dengan puncak paling tinggi adalah 2552 Mdpl, keadaan alam di kawasan Gunung Wilis masih terbilang sangat asri, disini ada beberapa jenis flora yang dilindungi seperti edelweiss, anggrek, beberapa jenis fauna liar seperti kumpulan primata, spesies burung, dan beberapa hewan liar lainnya. Namun, kurang ketatnya pengawasan dari Dinas Kehutanan dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan membuat beberapa oknum jadi leluasa untuk berburu dan menganggu habitat tanaman dan hewan-hewan liar tersebut.

Perjalanan hari pertama tujuan kita adalah Ngebrak sebagai pos utama untuk kita bermalam. Pukul 14.30 kita start perjalanan dari Gazebo melalui jalan setapak. Jalur diawal perjalanan sangat bersahabat karena tidak begitu curam, namun di titik-titik tertentu ada jalur yang rusak karena tanah yang longsor, untuk melaluinya kita diwajibkan untuk melewati batang kayu tumbang dan licin, tidak ada cara lain untuk melewatinya selain dengan bantuan tali yang kita bawa.

Pukul 15.30 kita sampai di Lemah Kuning untuk istirahat sejenak, tempat ini berupa dataran dengan tanah yang berwarna kuning, kalau mau membuka tenda di sini bisa muat sekitar 2 tenda dome, namun dari sini sudah mulai dijumpai hewan kecil penghisap darah kotor yaitu ‘Pacet’ [sejenis lintah namun lebih kecil].

Setelah istirahat sejenak kita lanjutkan perjalanan menuju Pathok Wesi, dalam perjalanan kita bisa menjumpai 3 sumber mata air jernih yang bisa kita minum langsung. Sampai di Pathok Wesi sekitar pukul 16.45, Pathok Wesi merupakan punggungan yang diapit dua jurang. Dahulu disini terdapat pagar dari besi untuk melindungi pendaki agar tidak terjerumus ke jurang namun pagar besi itu sekarang sudah tidak ada lagi.

 

Pukul 17.30 kiita sampai juga di Ngebrak, untuk mencapai pos Ngebrak dari Pathok Wesi kita harus melalui jalan setapak menurun, melewati pos/gubuk pemburu, menyebrangi sungai kecil, serta menaiki sedikit tanjakan menuju punggungan Ngebrak, pos tempat kita bermalam ini lumayan luas dan pemandangannya indah sekali, di malam hari kalau kita beruntung kita bisa melihat pemandangan langit yang bertabur bintang, indah sekali. Disinilah saat dimana semua rasa capek dan kepenatan serasa menguap bersama uap kopi panas yang Ciprut minum dan menu jamur tumis hangat bikinan Binti yang kita santap bersama malam itu. Nikmat sekali.

Pagi hari ciprut bangun kesiangan karena malam harinya sempat tidak bisa tidur karena mules kebanyakan minum kopi….. hahahahaha. Walhasil jadwal muncak gunung Wilis mundur beberapa jam, setelah sarapan dan packing perlengkapan diputuskan yang akan ke puncak Wilis hanya kita bertiga [Ciprut, Binti, mas Dwin] dan yang lain menunggu di Pathok Wesi. Untuk menuju puncak Wilis kita harus kembali ke persimpangan Pathok Wesi, dari sini jalur sangat curam dengan kemiringan sekitar 80derajad [kondisi medannya seperti jalur menuju puncak G. Arjuno dari Spilar] ditambah lagi banyaknya rumput lebat setinggi tubuh manusia [diantaranya rumput merak] yang menutupi jalan setapak. Setengah perjalanan menuju puncak, medan bertambah menantang/berbahaya, hal ini membuat perjalanan semakin lama dan mengingat perhitungan waktu yang dibutuhkan dirasa tidak mencukupi dan kabut mulai turun maka kita putuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak, dari sinilah kita menjumpai jaring panjang dari senar yang dipasang seseorang untuk menangkap burung [atau apa saja yang bisa terjaring]. Sangat disayangkan di kawasan hutan sebagai habitat beberapa species hewan lidung ternyata masih saja dijumpai banyak pemburu.

  

Setelah perjalanan turun gunung yang melelahkan, sekitar pukul 15.00 kembali kita beristirahat di Gazebo, disini tedapat warung pinggir jalan yang menyajikan menu unik yang belum pernah Ciprut makan…. Menu apakah itu?? ‘Nasi Goreng Tiwul’ ini menu nikmat khas pos Gazebo Gunung Wilis, nikmat sekali dan sangat recommended, apalagi dengan pemandangan tebing batu yang tinggi dan menakjubkan. Keren sekali, liburan di Kediri ini sangat menyenangkan.

Personil Pendakian Gunung Wilis jalur Kec. Mojo – Doho

  • Mas Dwin [Penunjuk Jalur – Besuki]
  • Mas Suyanto [Kediri]
  • Irwin [Kediri]
  • Hui [4 tahun – putrid Mas Yanto & Irwin]
  • Binti M. [Kediri]
  • Cprut [Bangil-Pasuruan]
 
24 Comments

Posted by on July 18, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , , ,

My Tomatoes Vs Ulat

I love tomatoes, dan ciprut ingin punya tanaman tomat sendiri di depan kamar kosku. Dari 1 buah tomat, I have a lot of tomato seeds which began to grow. Bibit-bibit tomat tersebut tumbuh didalam botol minuman bekas yang dipotong bagian atasnya… jadi tidak perlu beli pot kecil atau polybag untuk menanamnya.

 Dalam 10 hari bibit tomat bertambah tinggi dan daunnya mulai banyak dan membesar, ini waktunya untuk bibit tomat di pindah ke tempat yang lebih sesuai. Setelah beberapa minggu berlalu tanaman-tanaman tomat tersebut makin tinggi dengan batang yang menjulang, dan siap untuk dipindahkan ke tempat yang lebih besar agar tumbuh lebih baik, tidak lupa pula untuk menancapkan batang penyangga supaya tanaman tomat tetap tegak berdiri. Namun sayangnya karena suatu musibah yang ciprut alami yang mengharuskan untuk meninggalkan kosan selama 10 hari, walhasil… ooohh Nooo!! daun-daun tomatku pada bolong!! Tomat-tomat yang belum sempat berbunga dan berbuah itu tidak terawat dan diserang banyak sekali ulat yang memakan daun-daun tomat dalam waktu yang cepat. Ulat-ulat tersebut menjadikan tanaman jajaran tomat dalam pot sebagai ekosistem baru untuk mereka, Ada yang bertelur, makan, bersantai di batang-batang daun dan ada pula yang berhibernasi karena proses kepompong ulat. Akhirnya terpaksa ulat-ulat itu harus di-exekusi, disingkirkan dari tanaman tomat.

 

Ulat-ulat itu memiliki telur banyak yang mereka jaga dengan ketat.

 

2 bulan dari serangan ulat hijau, ada kupu-kupu cantik sembunyi di balik daun tomat, Ciprut harap dia tidak berniat untuk bertelur disitu. Setelah serangan ulat hijau, selanjutnya giliran kutu putih yang menyerang tanaman tomat, pusing rasanya, mau diapain lagin solusinya supaya kutu-kutu itu lenyap dari tanaman tomatku.

 

Oooohh akhirnya, bunga tomat bermunculan setelah itu… taraaaa… buah tomat pertamaku muncul. Horeeee!!

You can see all my plants in my FB photo gallery [Just click here]

 
6 Comments

Posted by on July 8, 2012 in Environment

 

Tags: , , , ,

 
%d bloggers like this: