RSS

Category Archives: Art & Design

Timeless Design Dari Michael Thonet

Ciprut pernah tidak sengaja merancang/mendesain kursi dengan konsep karakter bentuk yang hampir mirip dengan kursi milik Michael Thonet Model No.14 yang dibuat tahun 1859. Ciprut sempat terkejut karena sudah ada orang yang menciptakan terobosan baru dengan teknik bending kayu/bentwood menggunakan uap di tahun 1850-an. Hebat juga ya [The Thonet Furniture Workshop] Namun untungnya rancangan desain kursi yang ciprut bikin terbuat dari material lain [core rattan] dan sudah mengalami perubahan bentuk, jadi, tidak mirip lagi dengan kursi milik M. Thonet, selain itu saat ini Ciprut tidak bisa menampilkan desain itu karena belum ada perlindungan paten desainnya… hehehe.

Ingin tau tentang siapa Michael Thonet? Disini Ciprut ceritakan sedikit tentang Michael Thonet. Seperti yang diceritakan oleh Wikipedia, sebenarnya Michael Thonet [2 Juli 1796 – 3 Maret 1871] adalah seorang pembuat lemari dari dari Boppard di Rhine Jerman pada tahun 1819-an. Di tahun 1830-an Michael Thonet mulai mencoba melakukan experiment untuk membuat furniture kursi yang memiliki terobosan/inovasi baru di dunia furniture kala itu. Ia mulai menemukan komposisi lem yang kuat untuk konstruksi join antar komponennya dan yang paling mengagumkan saat itu, ia sudah bisa membentuk lengkung dari material kayu dengan menggunakan uap panas. Inovasi tersebut menghasilkan desain kursi yang belum pernah ada sebelumnya. Kursi yang sederhana, elegant, lebih ringan, nyaman, dan tahan lama. Kursi tersebut dibuat dengan tujuan untuk bisa diproduksi secara mass-product. Setelah mengikuti pameran dagang Koblenz, ia mendapatkan beberapa penghargaan dan pengakuan dari keluarga kekaisaran. Ia sempat mengalami kesulitan dalam financial, pada tahun 1856 namun ia kembali bangkit, kemudian mendirikan perusahaan baru di Moravia dan berhasil memproduksi kursi Nr. 14-nya sekitar 50 juta pcs [1856-1930], perusahaan tersebut berupa bisnis keluarga yang saat ini dijalankan oleh tiga bersaudara, Claus, Petrus dan Philipp dari generasi ke-5. Desain kursi buatan Michael Thonet tersebut memang istimewa dan menjadi desain yang mendunia hingga saat ini. Kelebihan lain dari desain kursi tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior, selain itu saat ini sudah banyak pula orang yang mulai meredesainnya tanpa merubah bentuk aslinya, seperti memberikan warna cat yang eye catching atau mengkombinasikan dudukan dengan menggunakan material lain seperti cushion berwarna, kain goni, menambahkan desain grafis pada dudukan [seperti pada situs archiproducts], atau menggantinya dengan material plastic, seperti yang pernah dilakukan oleh IKEA.

 

Image via Desire

 
6 Comments

Posted by on August 8, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , ,

Scandinavian style design

Saya selalu tertarik dengan desain-desain skandinavian style, sangat keren. Kali ini saya mencoba untuk menulis article yang bertujuan untuk memberikan gambaran pengaruh dalam desain di daeran Negara-negara Nordic tersebut seperti yang ciprut pahami selama ini dan berharap kita juga bisa berbagi informasi pula mengenai hal ini. Skandinavia disini berarti Negara-negara eropa utara. Dari segi geografis, Skandinavia terdiri dari beberapa Negara diantaranya swedia, Denmark, finlandia dan norwegia. Secara kultural, Negara-negara ini adalah satu rumpun. Desain Skandinavia secara umum, juga berawal dari konteks sejarah seni rupa. Modernisme, realisme, Arts & Crafts movement, dan Art Nouveau/”Jugendstil” banyak mempengaruhi desain. Revolusi Industri, Perang Dunia ke-1 dan ke-2 juga sangat berpengaruh terhadap gaya desain yang lebih praktis, realistis, tegas dan bisa diproduksi massal. Dalam segi desain dideskripsikan dalam bentuk-bentuk yang lebih minimalais, dengan garis-garis sederhana yang bersih, skandinavian design juga memiliki sifat Highly functional, efektif, cantik dan tanpa perlu elemen berat, only what is needed is used, terinspirasi oleh alam dan iklim utara. Itu semua merupakan the basis of all design from early on. Para desainer skandinavia dipengaruhi oleh segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Dengan tradisi yang dimiliki, keahlian dan sumber daya yang terbatas [karena isolasi geografis], mereka memiliki pandangan social yang demokratis dan segala sesuatu yang dibuat harus bisa digunakan oleh semua orang. “Beautiful things that make your life better” merupakan konsep yang sangat di hormati. Desain Skandinavia sering disebut sebagai desain demokratis, karena tujuannya untuk menarik massa melalui produk yang dapat mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. Ideology tersebut muncul dari institusi local seperti masyarakat yang terbentuk dalam “Swedish Society of Industrial Design”. Tujuan dari asosiasi tersebut adalah untuk mempromosikan desain yang bisa diakses dan dinikmati masyarakat umum. Event pameran pertamakali yang pernah diadakan untuk mempromosikan Scandinavian design adalah The Stockholm Exhibition pada tahun 1930, dimana fungsionalism berkembang, seniman dan perusahaan bersama-sama memamerkan produk terbaru mereka, yang akhirnya ide-ide secara bertahap berkembang menjadi prinsip-prinsip desain dan filosofi di Scandinavia dan memiliki efek internasional.  Beberapacontoh desain logo scandinavian ditahun 1960-1970 [link koleksi desain logo].   scandinaviandesign graphic [by Henning Gjerde]        Interior&furniture with scandinavian style [gambar diambil dari blog tetangga Page thirteen]

 
7 Comments

Posted by on May 21, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Keterkaitan karakter masyarakat terhadap unsur desain di Jepang.

Lagi-lagi artikel dibuat dari pengalaman kerja yang sedang ciprut lakukan, kali ini ciprut ingin membahas tentang keterkaitan karakter masyarakat Jepang dengan selera desain masyarakat Jepang. Awalnya ciprut melakukan study literature tentang seluk-beluk Negara Jepang untuk mengetahui karakter masyarakat Jepang dari banyak aspek [Sosiologi, antropologis, demografis, dll], dari sini membuahkan acuan-acuan yang bisa diambil untuk konsep desain sebuah produk yang memiliki modern Japanese style.

Dari latar belakang aspek sosiologi dan demografis, Jepang saat ini merupakan negara yang memiliki karakter budaya urban-nya sendiri. Awalnya Jepang merupakan Negara yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, namun karena muncul banyak aspek kebutuhan di kehidupan masyarakat Jepang saat ini, hal tersebut berpengaruh dengan terjadinya pergeseran budaya untuk beradaptasi dengan jaman yang lebih modern. Kebutuhan dalam kehidupan masyarakat urban di jepang menjadikan suatu tolak ukur tersendiri, hal ini terlihat dalam sikap konsumerisme masyarakat yang sebenarnya ‘hemat’ dan seimbang antara hiburan / kesenangan / kepuasan konsumen dan kebutuhan yang bersifat fungsi-guna yang mensuport kebutuhan hidup masyarakat di Jepang, sedangkan istilah sikap konsumerisme yang ‘hemat’ disini contohnya merupakan ketertarikan akan desain atau produk-produk yang hemat, sustainable, hemat dalam penggunaan material, Hemat dalam penataan ruang [tidak terlalu banyak menggunakan barang berukuran besar dalam ruang], hemat waktu [missal : dalam pengoperasian] dll.

Dengan sifat dasar masyarakat jepang yang pantang menyerah, pekerja keras, teliti dalam melakukan banyak hal, gemar membaca [keingintahuan yang besar] dan loyalitas yang tinggi menjadikan Negara jepang mudah mengikuti/beradaptasi pada perkembangan jaman di dunia saat ini, hal ini bisa jadi penyebab mengapa masyarakat Jepang sangat inovatif dalam menyelesaikan suatu masalah selain itu terlihat pula pada cepatnya memulihkan perekonomian saat pasca bencana besar yang terjadi di Negara Jepang. Jepang bukanlah Negara penemu, tapi orang jepang mempunyai kelebihan untuk memunculkan inovasi baru berdasarkan masalah yang muncul di kehidupan masyarakat terhadap produk yang sudah ada, seperti halnya sumpit, pemutar musik [walkman] atau alat transportasi yang lebih cepat dan murah. Contoh lainnya seperti membentuk buah semangka menjadi kotak merupakan inovasi yang cemerlang dibidang pertanian Jepang, karena inovasi ini bisa memecahkan permasalahan dalam pengemasan yang hemat ruang dan efisien.

Dibalik kehidupan budaya urban yang penuh dengan tuntutan akan kebutuhan tertentu dan masuknya pengaruh budaya barat yang terjadi di Negara-negara asia saat ini, jepang masih tetap mempertahankan budaya dan tradisi yang dimiliki secara turun-temurun dengan sedikit penyesuaian jaman. Budaya untuk menghargai atau menghormati orang lain dan alam sering kali dilakukan pada bermacam-macam budaya-tradisi pada setiap acara tertentu dan setiap musim yang menjadi kebiasaan masyarakat. Contohnya:

  • Tradisi merangkai bunga [Ikebana] dan tradisi minum teh [chanoyu] memiliki teknik yang syarat akan filosofi. Tradisi minum teh sendiri tidak hanya sekedar untuk menjamu tamu namun juga untuk menikmati keindahan alam. Tradisi dan kebudayaan tersebut mempengaruhi aspek estetika desain dan filosofi bentuk pada produk, bangunan arsitek dan interior yang mendukung, seperti ruang yang berkesan luas/terbuka, material alam yang natural, suasana relax dari suara-suara alam, dll.
  • Kebijakan Ryosai kentro (istri yang baik dan ibu yang arif) masih dipegang teguh hingga sekarang. Kebijakan yang menetapkan posisi perempuan selaku manajer urusan rumah tangga dan perawat anak dirumah sedangkan sang ayah bekerja, tujuannya untuk menciptakan anak-anak bangsa yang lebih berkualitas, hal ini berpengaruh pula pada ergonomi desain produk.
  • Dengan latarbelakang aspek geografis jepang berupa Negara agraris, menuntut masyarakatnya untuk mampu hidup bersama dan bekerja secara harmonis antara satu dengan yang lainnya. Hal ini masih berpengaruh hingga sekarang, budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, tetapi 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “Rin-gi” adalah ritual dalam kelompok seperti membicarakan keputusan strategis.

Dari sedikit wacana diatas tentang karakter masyarakat Jepang saat ini, tak heran kalau desain-desain produk yang muncul sering kali memiliki unsur karakter sederhana/simplicity, bersih, natural, minimalist dan terkadang memiliki unsur craftmenship [menunjukkan kemampuan dalam ketelitian]. Seperti beberapa contoh dibawah ini:

 Sori Yanagi [Pioneer of Japanese industrial design]

 Isamu Noguchi [Artist of Sculpture, landscape architecture & furniture designer]

 Fumi masuda [Japanese Sustainable Designer, The Director of the EcoDesign Institute, A professor at the Design Department at Tokyo Zokei University]

 Masamichi katayama [Japanese interior designer]

 Tatsuo Yamamoto [Japanese furniture designer]

 
3 Comments

Posted by on May 8, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , , ,

Ergonomi Kursi Kerja

Mengapa saya memposting artikel tentang kursi keja? Itu karena sekarang saya sedang berkutat pada desain furniture yang spesifikasi project-nya berupa kursi kerja dan mengapa membahas tentang tingkat ergonomis kursi kerja? Karena kursi kerja berkaitan erat dengan tingkat ergonomis user secara langsung.

Kursi kerja awalnya lahir dari kebutuhan aktivitas pekerja yang menghabiskan waktu kerjanya dengan cara duduk [misalnya: pekerja di bidang Administratif dll]. Jaman dahulu [tahun1800-an] kursi kerja masih terbuat dari kayu karena selain mudah mendapatkan bahan materialnya, untuk proses pembuatannya juga kala itu lebih mudah seperti membuat furniture kursi biasa. Kursi kerja modern awalnya dipopulerkan oleh ilmuan terkenal yaitu Charles Darwin, awalnya ia memasang roda pada kursinya sehingga memudahkannya untuk mengambil bahan-bahan percobaan. Fitur roda memudahkan penggunanya untuk menjangkau daerah sekitar tempatnya bekerja dengan cepat. Penemuan spontan yang cerdas pada masa itu.

Hingga sekarang ini kebutuhan kursi kerja sendiri meningkat dalam berbagai jenis dan inovasi dalam desainnya termasuk dalam memberikan perbedaan yang jelas antara kursi kerja untuk pekerja biasa dan kursi kerja untuk eksekutif. Jaman dahulu kursi keja eksekutif biasanya berupa kursi dengan sandaran lurus dan tidak dapat bergerak untuk menegaskan statusnya sebagai atasan, namun kini dibuat dimensinya sangat lebar dan besar serta lebih ergonomis dengan menggunakan bantalan kursi.

Dengan berjalannya waktu, mulai bermunculan desain-desain kursi kerja yang lebih menyesuaikan dan mendukung tubuh pengguna. Seperti kursi kerja modern yang sering kita lihat saat ini, bahkan pada masa itu mulai bermunculan kursi kerja yang memiliki fiture untuk menyesuaikan ketinggian dudukan [adjustable]. Salah satu pelopor terciptanya sebuah kursi kerja modern adalah Sedus, perusahaan Jerman, yang berdiri pada tahun 1871 di Waldshut. Tahun 1925, di Eropa mulai dikembangkan kursi kerja fiture adjustable untuk menaik turunkan ketinggian dudukan dan penambahan pegas pada dudukan. Tahun 1930, penggunaan kursi mulai ditambahkan dengan fiture swivel supaya kursi bisa berputar 180 derajad.

Beberapa contoh desain kursi kerja yang terjadi akibat perkembangan teknologi:

  • Kursi komputer, didesain untuk dapat digunakan dalam jangka waktu yang nyaman dan dapat diatur. Biasanya memiliki fitur dudukan dan sandaran yang dapat diatur, roda, dan swivel, serta dilapisi bantalan untuk kenyamanan. Kursi yang sama akan digunakan oleh orang yang berbeda-beda. Untuk itulah fungsi pengaturan pada kursi ini sangatlah penting.
  • Kursi meshberupa kursi yang terbuat dari bahan jala/berlubang-lubang transparan. Faktor iklim menjadi pencetus utama lahirnya kursi ini. Penggunaan material ini memastikan udara dapat mengalir sehingga tidak terasa panas saat diduduki.
  • Kursi eksekutif, biasanya menggunakan bahan pelapis yang terbaik serta kebanyakan memiliki sandaran yang tinggi atau memiliki sandaran kepala. Kursi eksekutif ini biasanya memiliki ciri khas menggunakan bahan pelapis dari kulit, namun saat ini banyak juga eksekutif yang menggunakan material mesh/membrane.

Ergonomi kursi kerja

Ergonomi secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai ilmu tentang segala aspek kegiatan. Dalam pengertian yang lebih spesifik, ergonomi adalah studi yang mempelajari teknik dan metode-metode untuk menyelaraskan kegiatan kerja kepada pekerja, membuat kegiatan kerja lebih nyaman sembari mengurangi risiko cedera/kecelakaan kerja.

Kursi kerja sangat berhubungan erat dengan masalah ergonomis yang mulai menjadi isu utama dan pertimbangan penting dalam sebuah kursi kerja sejak tahun 1970-an. Karena kursi kerja seringkali  digunakan dalam waktu yang lama dalam bekerja, maka kursi kerja ergonomis didesain untuk mendukung posisi duduk yang benar sehingga meminimalisasi cidera yang terjadi pada tubuh akibat duduk yang terlalu lama. Ketidaknyamanan, pegal, kesemutan, kekakuan, bengkak, rasa terbakar, iritasi, dan sulit tidur merupakan salah satu dampak dari posisi duduk yang tidak benar serta sikap tidak acuh terhadap aspek ergonomis. Ketegangan sistem otot, yang disebabkan oleh beban otot statik dan postur kerja yang salah, bila terjadi terus menerus tanpa disadari mampu menyebabkan kerusakan saraf, bahkan kecacatan pada tulang belakang yang merupakan pendukung utama tubuh manusia.

Rodney K. Lefler, DC dari Spine-health.com menyebutkan tujuh kriteria umum yang harus diperhatikan dalam memilih kursi kerja untuk memenuhi standar sebagai kursi ergonomis sebagai berikut:

  1. Ketinggian tempat duduk: berkisar antara 16 – 21 inci (40 – 53 cm) dari lantai, dan harus dapat disetel oleh pemakai (adjustable).
  2. Lebar dan kedalaman tempat duduk. Standar lebar jok kursi adalah 17 – 20 inci (43 – 51 cm) dengan kedalaman (selisih tinggi dari bagian depan hingga bagian yang menyangga pantat pada tempat duduk/jok) antara 2 – 4 inci (5 – 10 cm).
  3. Lumbar support. Kursi ergonomik harus memiliki setelan penyangga pinggang sesuai kebutuhan spesifik masing-masing pengguna
  4. Sandaran punggung (backrest) dengan lebar antara 12 – 19 inci (30,5 – 48,2 cm)
  5. Material lapisan kursi dari bahan yang dapat “bernapas” (berpori dan dapat mendukung sirkulasi udara sehingga tidak menimbulkan efek negatif apabila digunakan dalam waktu lama)
  6. Sandaran lengan (armrest) yang dapat disetel
  7. Swivel: penyangga putar kursi harus dapat memutar dengan mudah sehingga pengguna dapat meraih sesuatu tanpa harus terlalu merentangkan tubuhnya dengan sudut yang dapat memicu terjadinya cedera.

Namun harap diperhatikan bahwa patokan yang diberikan oleh Rodney K. Lefler di atas adalah standar buat ukuran tubuh ras kaukasia alias orang bule. Untuk orang Asia, khususnya Indonesia diperlukan sejumlah penyesuaian ulang. Ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri buat para pakar kesehatan punggung dan desainer kursi ergonomis. Untuk saya sendiri selain memakai patokan ukuran dari Rodey K diatas, saya juga sering memakai  ukuran dari buku Julius Panero dan Eko Nurmianto karena kebutuhan ergonomi desain yang sering saya buat tidak hanya berhubungan dengan ergonomi orang Amerika atau Eropa saja, melainkan untuk orang Asia juga.

 
4 Comments

Posted by on March 9, 2012 in Art & Design, Articles

 

Tags: , , , ,

Mengunjungi Sang Maestro Seni Lukis [ Museum Affandi ]

Affandi (1907-1990) adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia. Pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionismenya atau abstrak sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. Dengan mengunjungi tempat ini berasa telah diberi kesempatan untuk mengetahui bagian hidup yang sangat berarti bagi Sang Maestro ini, kita bisa melihat karya-karya agung semasa sang maestro hidup, karya para pelukis lain yang ditampungnya, alat transportasi yang dipakainya dahulu, rumah yang ditinggali hingga sebuah sanggar yang kini dipakai untuk membina bakat melukis anak. Dari brosur museum yang Ciprut baca juga telah menjelaskan banyak hal tentang Museum Affandi.

Museun Affandi terletak di jalan L. Adisucipto 167, yaitu jalan utama sebelum masuk pusat kota Jogja, di tepi barat sungai Gajahwong. Letaknya sangat Strategis sebagai salah satu kompleks museum seni lukis di Jogja. Kompleks museum ini menempati tanah sekitar 3.500 m2 terdiri atas bangunan rumah tinggal pelukis Affandi dan Keluarganya. Lahan yang berteras tidak menghambat Affandi dalam menciptakan tata letak bangunan beserta lingkungnnya. Pembangunan kompleks museum ini dilakukan secara bertahap dan dirancang sendiri oleh Affandi.

Galeri I

Pada tahun 1962 Affandi selesai membangu Galeri I dengan luas bangunan 314.6 m2 sebagai ruang pameran bagi sejumlah hasil karya lukisannya. Bangunan Galeri I ini kemudian diresmikan oleh Direktur Jendral Kebudayaan Prof. Ida Bagus Mantra pada tahun 1974. Pada Galeri I dapat disaksikan hasil karya Affandi yang berupa lukisan dari tahun-tahun awal hingga tahun terakhir semasa hidupnya. Lukisan tersebut terdiri atas sketsa-sketsa diatas kertas, lukisan cat air, pastel, serta cat minyak diatas kanvas. Hasil karya dua buah patung potret diri yang terbuat dari tanah liat dan semen, serta sebuh reproduksi patung karyanya erupa potret diri bersama putrinya Kartika. Sebuah mobil Colt Gallant tahun 1976 adalah mobil kesayangan smasa hidupnya yang telah dimodifikasi sehingga menyerupai bentuk ikan yang terpajang di dalam ruangan ini pula. Selain itu terdapat sepedah dan sejumlah reproduksi diatas kanvas dan kertas.

Galeri II

Pada tahun 1987 Presiden Soeharto memberikan bantuan berupa pendirian sebuah bangunan Galeri II, yang menempati areal tanah seluas 351,5 m2. Bangunan Galeri II ini kemudian diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hassan pada tanggal 9 Juni 1988.

Galeri III

 

Galeri III didirikan tahun 1997 dan diresmikan oleh Sri Sultan HB X pada tanggal 26 Mei 2000 dan dibangun atas ide dasar yang sama dengan bangunan lainnya antara kompleks museum yang menggunakan bentuk garis melengkung dengan atap yang membentuk pelepah daun pisang. Galeri III mempunyai tiga lantai bangunan, lantai I digunakan untuk ruang pameran, lantai II untuk ruang perawatan/perbaikan lukisan, dan lantai ruang bawah tanah sebagai ruang penyimpanan lukisan.

Studio Gajah Wong I diresmikan pada bulan Januari 2004 berfungsi sebagai ruang pamer. Kemudian pada bulan Januari 2010, studio Gajah Wong II diresmikan dan digunakan sebagai tempat belajar anak-anak dan dewasa.

Bangunan lain yang terdapat di kompleks museum Affandi ini merupakan bangunan pelengkap, yang dahulu difungsikan Affandi sebagai bangunan keluarga, yang direncanakan sebagai ruang untuk konservasi lukisan, guesthouse, dan lain sebagainya. Kolam renang keluarga tempat berkumpulnya Affandi beserta anak cucu pada saat tertentu. Sebagai peristirahatannya yang terakhir, Affandi wafat pada tanggal 23 Mei 1990 dan telah memilih tempat pemakamannya diantara 2 bangunan Galeri I dan II, berdampingan dengan istrinya Maryati, dikelilingi lukisan hasil karyanya serta rimbunan tanaman. Sebagi bagian dari komples Museum Affandi, rumah tinggal Affandi dan keluarganya berbentuk rumah panggung dengan konstruksi tiang penyangga utama dari beton dan tiang-tiang kayu, dan atap dari bahan sirap yang membentuk sebuah pelepah daun pisang. Bangunan yang ada di kompleks museum ini seluruhnya spiral lengkung dan bagian atas rumah panggung merupakan kamar pribagi Affandi, sedangkan bagian bawah digunakan sebagai ruang duduk tamu serta garasi mobil.

Sebuah gerobak telah dimodifikasi menjadi sebuah kamar, lengkap dengan dapur dan kamar kecilnya, dibangun Affandi atas permintaan Maryati istrinya sebagai tempat istirahat di siang hari dan tempat menyulam karya-karyanya. Bentuk gerobak menjadi ide pilihan Affandi, ketika semula Maryati menginginkan “caravan” [yang banyak digunakan masyarakat Amerika sebagai sarana tempat tinggal yang mudah berpindah tempat]. Semasa hidupnya Affandi disamping memilih koleksi hasil karya lukisnya, juga mengoleksi hasil karya seniman lain, yang berupa karya lukis, pahat, patung, dan lain sebagainnya. Koleksi karya seniman lainini terdiri dari hasil karya seniman pemula hingga seniman ternama Indonesia lainnya, koleksi lukisan Affandi yang tersimpan saat ini berjumlah 300 buah, yang dipamerkan berkala secara bergantian di museumnya.

Alamat:

MUSEUM AFFANDI
Jl. Laksda Adisucipto 167
Yogyakarta 55281

Telp. 0274-562 593

Jam Kunjungan:

Senin-Minggu 09.00-16.00
Hari libur nasional tutup

Tiket:
Tiket Rp 20.000 (bonus pensil dan kupon soft drink di Cafe Loteng)

Note: Dulu kamera dikenakan biaya Rp 10.000, sekarang tidak diperbolehkan memotret di dalam galeri.

 
1 Comment

Posted by on March 2, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , , , ,

Pengertian ‘Desain’

Sudah beberapa tahun ciprut mempelajari tentang desain. Terdengar begitu lama karena memang sudah 9 semester ciprut belajar di salah satu Institut di Surabaya dan tentunya jurusan Desain [sejak tahun 2004]. Ciprut yakin sudah banyak orang mengenal istilah ‘Desain’ tapi disini ciprut coba untuk memahami kontek pengertian ‘Desain’ lebih dalam lagi untuk me-refresh ingatan ciprut tentang desain itu sendiri tentunya.

Pengertian Desain

Sering ciprut jumpai orang-orang yang sudah salah kaprah menganggap ‘seni’ dan ‘desain’ itu hal yang sama. Padahal jika lihat dari pengertian saja sudah berbeda, pada dasarnya ‘seni’ adalah suatu pola pikir untuk membentuk ekpresi murni yang cenderung fokus pada nilai estetis dan pemaknaan secara privasi. Sedangkan ‘desain’ memiliki pengertian sebagai suatu pemikiran baru atas fundamental seni dengan tidak hanya menitik-beratkan pada nilai estetik, namun juga aspek fungsi dan latar industri secara massa, yang memang pada realitanya pengertian desain tidak hanya digunakan dalam dunia seni rupa saja, namun juga dalam bidang teknologi, rekayasa, dll. Berdasarkan tulisan di Wikipedia, secara etimologi, istilah ‘desain’ berasal dari beberapa serapan bahasa, yaitu kata “designo” (Itali) yang secara gramatikal berarti gambar dan bermakna:

  • to make preliminary sketches of [untuk membuat sketsa awal]
  • to plan and carry out [untuk merencanakan dan melaksanakan]
  • to form in the mind [terbentuk dalam pikiran]

dan dari kata “designare” (Latin) yang berati:

  • the arrangement of parts, details, form, color, etc so as to produce an artistic unit.
  • a plan, scheme, a project.

Data yang didapat untuk sebuah desain biasanya dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Kalau bicara tentang desain berarti bicara juga tentang analisa, konseptualisasi, strategi dan eksekusi. Semua itu penting.

Satu hal yang ciprut ambil dari kata-kata salah satu senior ciprut di bidang desain bahwa desain didalamnya selalu melibatkan proses yang membutuhkan waktu dan tenaga, tenaga itu bukan hanya dari tenaga fisik saja melainkan tenaga non-fisik juga. Maka dari itu desain bukan hal yang mudah dan instan, dan itulah alasan kenapa jasa desain cukup mahal, karena sesuai dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas prosesnya, selain itu jika desain dianggap semata-mata hanya mengenai jasa, maka akan matilah perjalanan desain tersebut.

Ada lagi yang menyebutkan untuk istilah ‘desainer’ sendiri bisa dikatakan kasarannya begini aja… Desainer yang notabenya pelaku desain itu bukan hanya sebagai tukang gambar belaka melainkan konseptor atau perancang ‘sesuatu’. Jadi untuk mereka yang belum paham profesi ini namun membutuhkan jasa dari seorang desainner mohon mengertilah dan hargai profesi ini dengan sepantasnya deh karena meskipun terlihat sebagai profesi yang menyenangkan namun sebenarnya juga membutuhkan keahlian yang tidak semua orang punya serta tenaga fisik dan non fisik yang besar.

 
Leave a comment

Posted by on January 9, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , ,

Sejarah WordPress

Awal tahun ini [2012] ciprut awali dengan membuat blog ini, kenapa? karena Ciprut butuh media untuk berbagi dengan yang lain. Sebagai pengguna blog baru di WordPress, Ciprut ingin tau tentang asal mula WordPress dan bagaimana cara menggunakannya, maka ciprut ingin berbagi sedikit cerita tentang sejarah WordPress yang Ciprut ambil dari tetangga sebelah.

Segalanya dimulai di tahun 2001, ketika blogware bernama b2/cafelog yang di develop oleh Michel Valdrighi di hentikan pengembangannya. Kala itu, seorang developer web bernama Matt Mullenweg yang menggunakan b2 sebagai blogware utama untuk situsnya memutus kan untuk mengembangkan sebuah blogging software yang dikembangkan dari codebase b2 pada 2003. ia pun pada akhirnya dikontak oleh Mike Little dan akhirnya mengembangkan software ke dalam bentuk yang lebih modern lagi dan sesuai dengan standar web Pa dan kebutuhan Matt. Pada akhirnya, Michel valdrighi selaku pengembang asli dari blogware b2 pun bergabung pada tim mereka.

  • 27 Mei 2003. WordPress pertama kali di rilis ( versi 0.7 )
  • 19 desember 2003, WordPress wiki di publish. Kita mengenalnya sekarang dengan codex.wordpress
  • 3 Januari 2004, WordPress versi 1.0 di rilis. Upgrade besar besaran dari vrsi sebelumnya. Edit link, interface admin baru, multiple category, dan fitur – fitur yang sangat usefull hingga versi terkini wordpress.
  • 22 Mei 2004, versi 1.2 dirilis. perubahan besar – besaran. POst review, Arsitektur plugin baru, sistem moderasi komentar yang lebih oke.
  • Pertengahan februari 2005, versi 1.5 dirilis. kemampuan memanage static page ( atau kita kenal dengan page pada wordpress ) telah merubah wordpress dari simple blog management menjadi full content management system. Theme system yang memudahkan user merubah tampilan, dan juga default template baru dengan codename Kubrick yang didesain oleh Michael Heilemann.
  • Tahun 2005 merupakan tahun yang sanga berarti untuk wordpress. versi 1.5 di download lebih dari 900,000 kali, dan dimulainya service wordpress di wordpress.com
  • Desember 2005, versi 2.0 dirilis. fitur baru pada rich editting, sistem administrasi yang lebih baik, upload image, pengembangan import system, posting yang lebih cepat, pengembangan yang lebih baik untuk developer plugin.
  • Tahun 2006, blogware wordpress di download sebanyak 1,545,703 kali, dan 371 plugin unik yang di download sebanyak 191,567 kali. pada tahun ini juga pertama kali diadakannya WordCamp pertama kali di san fransisco.
  • 22 Januari 2007, versi 2.1 dirilis. desain ulang interface dan pengembangan tools editing, pengembangan opsi manajemen konten, dan optimasi database.
  • 16 Mei 2007, versi 2.2 dirilis. fitur support widget untuk template, support Atom feed, optimasi kecepata, revisi sistem taksonomi untuk category seperti tags.
  • 24 September 2007, versi 2.3 dirilis. support native tagging, sistem taksonomi baru untuk category, notifikasi yang mudah untuk update, dan support penuh terhadap Atom 1.0
  • pada tahun 2007 engine wordpress di download sebanyak 3,816,965 kali. dan terdapat 1,384 plugins yang di download sebanyak 2,845,884 kali . Meningkat 15 kali. pada tahun 2007 ini juga wordpress mengadopsi sistem release reguler terjadwal. rilis fitur major dijadwalkan sekitar setiap 3 – 4 bulan, atau 3 kali dalam setahun.
  • 29 maret 2008, versi 2.5 dirilis. para developer men-skip versi 2.4 sehingga versi 2.5 mengandung 2 major release. versi 2.5 membawa interface admin bar.
  • 15 july 2008, versi 2.6 dirilis dengan sejumlah peningkatan krusial. dari word count, theme preview dan revisi post ala wiki. anda bisa melihat ulasan lengkapnya di post kami yang ini.

Demikian lah sejarah singkat wordpress hingga tahun 2008. lebih lengkapnya bisa baca sendiri di http://en.wikipedia.org/wiki/Wordpress

Kelebihan WordPress.com

  1. Terintegrasi dengan berbagai Produk Automattic lain seperti akismet, polldaddy, intensedebate, dan gravatar.
  2. Proses Sign up mudah
  3. Bisa memiliki banyak blog dalam satu account
  4. Fitur My Comments. Jika anda memberikan komentar di blog wordpress.com lainnya, anda dapat mlihatnya di dashboard blog anda
  5. Fitur Statistik blog yang terintegrasi secara otomatis (WP-Stat). Anda dapat melihat statistik blog anda. Berapa pengunjung yang datang, search term apa yang mereka pakai, Post paling diminati pengunjung, dan lain – lain.
  6. Tampilan dashboard blog yang fancy.
  7. Tersedia navigasi dalam bahasa Indonesia
  8. Template bawaan yang sangat banyak
  9. Update sofware yang terus-menerus di lakukan.
  10. Bisa membuat “halaman page”
  11. Bisa membuat subcategory untuk tulisan

Kekurangan WordPress.com

  1. Term of servicenya tidak mengizinkan blog di wordpress digunakan untuk make money. Anda tidak bisa memasang iklan di blog wordpress.com anda.
  2. Tidak bisa mengembedd flash dan javascript
  3. Tidak bisa edit CSS. Sebenarnya bisa sih, tapi anda harus upgrade layanan ke versi berbayarnya. :P
  4. Tampilan dashboard sedikit kompleks.
  5. Tidak bisa menambah plugin
Begitu ceritanyaaa. well bagaimana? semoga bermanfaat ya buat anda-anda sekalian. terimakasih.
 
Leave a comment

Posted by on January 5, 2012 in Art & Design

 

Tags: ,

 
%d bloggers like this: