RSS

Category Archives: Environment

Dibalik Keindahan Kawah Ijen

Puncak Kawah IjenAda yang bilang pegunungan adalah lingkungan paling kejam di bumi namun juga memiliki keindahan yang luar biasa, memiliki iklim yang sering berubah secara drastis dalam waktu yang cukup cepat, dan ketika berada di tempat yang semakin tinggi maka kehidupan juga semakin ‘berat’ dalam artian makin menipisnya udara unuk bernafas, terbatasnya ruang gerak dan penggunaan transportasi, serta terbatasnya kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Seolah semua itu merupakan hal yang wajar untuk standart hidup, dan pada kenyataannya ada banyak jutaan manusia yang memilih untuk hidup di pegunungan – pegunungan diseluruh bumi dengan berbagai macam alasan, entah untuk menemukan sebuah kedamaian atau untuk menemukan sesuatu yang berharga yang dimiliki oleh bumi di daerah pegunungan tinggi yang biasa disebut ‘kekayaan alam’.

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman berencana untuk menikmati keindahan dan kesejukan udara pegunungan di Kawah Ijen, Kawah Ijen  berada di ketinggian 2.443 mdpl terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowos dan Banyuwangi (berangkat dari Kota Bangil melalui jalur Bondowoso – Wonosari – Desa Sempol – Paltuding).

Mungkin memang benar istilah kalau “dibalik keindahan seringkali ada bahaya yang mengincar…..” begitulah perumpamaan untuk keindahan Kawah Ijen ini. Saya tidak bisa mengungkiri kalau pemandangan di pegunungan Ijen ini memang sangat indah, saya sangat menyukainya, bisa dibilang saya sudah terpesona olah keindahan dan kearifan alam di pegunungan Ijen ini. Gunung Ijen ini memiliki danau kawah yang menakjubkan berwarna hijau tosca. Kawah Ijen juga merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar , berdinding kaldera sitinggi 300-500m.

Untuk bisa masuk ke area camping ground Paltuding, para wisatawan diwajibkan membayar Rp. 5000 untuk tiket ijin masuk kawasan Kawah Ijen perjalanan ke Paltuding sebelum masuk di area camping ground kita disuguhi dengan pemandangan perkebunan balawan yang sangat luas berhektar-hektar. Sepertinya penduduk di desa sekitar mayoritas bekerja di perkebunan atau sebagai penambang belerang di kawah gunung Ijen. Seperti halnya Pak Jatim seseorang yang kita temui ketika hendak tracking ke puncak gunung Ijen sebelum matahari terbit. Pak Jatim adalah seorang penduduk di desa sekitar pegunungan Ijen, beliau merupakan penambang belerang di Kawah gunung Ijen, beliau harus 1 atau 2 kali naik turun gunung Ijen beserta penambang lainnya dan memanggul belerang seberat 70 – 120 kg setiap harinya melalui jalan yang curam untuk dijual ke pengepul belerang (1kg  belerang dihargai sebesar Rp. 650) tak heran kalu pundak para penambang belerang itu jadi besar dan mengeras (mungkin bisa disebut ‘punuk’) dan gigi yang keropos karena zat belerang, itu semua harus ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya meskipun ia tahu bahwa sebagai penambang belerang bisa  sangat berbahaya dan taruhannya adalah nyawa. Bagaimana bisa tidak… menghirup bau panas belerang sebentar saja sudah sesak  dan mata pedih apa lagi kalau harus menghirupnya tiap hari, sangat berpotensi terkena gas beracun dari asap belerang.

Tambang belerang kawah Ijen

Belerang

Bersama Sahabat di Puncak Ijen

Salam sehat dan ceria selalu. n_n

 
 

Tags: , , , , , , ,

Petualangan di Taman Nasional Meru Betiri [Part2]

Sukamade resort

Aji mumpung ada hari lenggang di sabtu-minggu, tiba-tiba sahabatku (Risang Serano) ngajak berpetualang ke Taman Nasional Meru Betiri untuk yang kedua kalinya, namun kali ini dengan tema yang berbeda yaitu ‘Fun Offroad’ bersama teman-temannya di komunitas Landrover dari kota Malang ‘KALDERA Adventure’. Dulu ditahun 2009 saat pertama kali kita berpetualang ke Taman Nasional Meru Betiri dengan tanpa menggunakan kendaraan pribadi, saat itu kita sempat jalan kaki sekitar 40Km melewati desa-desa, perkebunan coklat, hutan lindung dan susur pantai karena kendaraan menuju Sukamade sangat jarang dan hanya ada di hari-hari tertentu saja, pada waktu itu kita juga sempat numpang truk sembako untuk warga desa di Sukamade yang hanya berhenti sampai jembatan roboh sebelum masuk daerah Sukamade karena air sungai naik saat turun hujan. Pengalaman pertama itulah sebagai bekal kita untuk berpetualang disana lagi untuk yang kedua kalinya ini.
Jumat malam kita berkumpul di perumahan Araya – Malang, markas KALDERA Adventure, berupa garasi mobil untuk Landrover dan kendaraan offroad lainnya, disana sudah ada beberapa teman dan Landrover lainnya yang sudah siap untuk ber-adventure-ria. Hampir tengah malam perjalanan dimulai. Taman Nasional Meru Betiri bisa dicapai melalui 2 jalur [Jember & Banyuwangi]. Dari kota malang kita melewati Ranu Pane – Lumajang – Jember – Glenmore – Sarongan – Sukamade. 103Km dari kota Jember.
Dalam pemanfaatannya, Taman Nasional Meru Betiri dibagi menjadi 5 zona. [1] Zona inti : zona yang mutlak dilindungi dalamnya tidak diperbolehkan adanya perubahan apapun oleh aktivitas manusia. Kegiatan yang diperbolehkan pada zona ini hanya yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, pendidikan dan penelitian. [2] Zona rimba : untuk wisata alam terbatas, [3] Zona pemanfaatan intensif : seperti pada pantai Rejegwesi, Pantai Bandealit, dan pantai Sukamade yaitu sebagai pusat pembangunan sarana/prasarana dalam rangka pengembangan kepariwisataan alam dan rekreasi, [4] Zona rehabilitasi : sebagai tempat kegiatan rehabilitasi yang sudah rusak akibat perambahan. [5] Zona pemanfaatan khusus : sebagai area yang ditujukan untuk mengakomodir kepentingan perlindungan dan pelestarian taman nasional, wisata alam dan wisata agro.
Ujung perjalanan kita adalah pantai Sukamade yang masuk dalam zona pemanfaatan intensif dan zona rimba. Sukamade merupakan pusat penangkaran anak penyu/tukik yang merupakan satwa liar dilindungi. Setelah perjalanan panjang yang lumayan melelahkan, kita mendirikan tenda untuk beristirahat disini, adapun fasilitas yang ada di pusat penangkaran selain Bak pembesaran tukik / anak penyu ini adalah Kantin / Warung, Mushola , MCK, Camping ground, Genset, & Solar cell. Pada pagi hari kita ikut melepaskan ratusan tukik penyu ke lautan dan bersantai di pantai Sukamade serta mengamati puluhan macaca & lutung yang mendekati tenda kita.

Pantai Sukamade[Photo by Shanon Potret]

Tukik penyu Jeger community Istirahat di Ranu Pane Offroad malam [Alas Wangi] Offroad Sungai Check mesin & mogok adalah hal wajib dalam petualangan ini

Sore hari kita sampai di pantai Rejegwesi yang berombak relative kecil dibanding pantai selatan lainnya. Menikmati suasana sunset, tak lama kemudian ada yang tidak tahan untuk mencoba cipratan air laut di pantai ini dengan menggunakan LandRover, namanya juga offroad, segala medan terjal dan tak biasapun pasti diterjang begitu juga dengan pasir pantai di Rejegwesi ini.

Offroad pantai [Pantai Rejegwesi] [Photo by : Shanon Potret]

 
 

Tags: , , , , , ,

Menengok Goa Jepang [Kaliurang-Yogyakarta]

Kaliurang sebenarnya adalah kawasan wisata yang berada di lereng gunung Merapi, disana terdapat Tlaga, air terjun, juga kawasan wisata keluarga lainnya, namun yang menarik perhatian saya adalah Goa Jepang yang ternyata untuk mencapainya kita harus tracking menyusuri jalan-jalan setapak berbatu yang dikelilingi pepohonan rimbun dilereng bukit sejauh 1100 meter. Dan hampir disetiap tikungan jalan setapak dijumpai kendi-kendi untuk tempat berendam bagi amfibi-amfibi yang hidup disekitar sana, hal ini merupakan satu tindakan konservasi yang bagus untuk kelestarian fauna andemik disana.

kolam amfibi 

Goa Jepang ini bukanlah goa alami yang memiliki stalagmit atau stalaktit. Menurut pak Dasri [juru kunci], Goa Jepang ini adalah sisa peninggalan masa penjajahan Jepang yang dikerjakan oleh rakyat Indonesia secara paksa [kerja romusa] tahun 1942-1945, terdiri dari 25 goa yang berjajar sepanjang jalan setapak berliku-liku di sisi kanan bukit Plawangan, jika perjalanan dilanjutkan sampai puncak bukit, disana terdapat menara pantau yang bisa melihat landscape kota Jogja yang saat ini digunakan untuk memantau aktivitas gunung Merapi. Sangat cocok untuk pecinta olahraga alam terbuka seperti saya ya.

Namun sungguh sangat disayangkan, saya menjumpai beberapa lubang goa dengan banyak coretan dimana-mana, di setiap dinding sampai di bebatuan dalam goa.

Jalan setapak berbatu DSC_0319

Jalan setapak menuju Goa Jepang.

Pintu Goa Jepang Dinding Pintu Goa Jepang

Masa perang dan penjajahan sudah usai, kini tak ada lagi senjata yang disimpan disini, tak ada timbunan makanan untuk tentara perang, tak ada pula pekerja romusa disini, yang ada hanya ruang-ruang goa dengan dinding yang lembab dan berlumut, tempat ini telah menyimpan begitu banyak cerita sejarah masa penjajahan Jepang.

Mulut goa DSC_0333

Note :

  • Jarak 30 menit dari pusat kota Jogja
  • Tiket masuk Rp. 2.000/org
  • Tutup untuk wisatawan diatas jam 16.00
  • Terimakasih banyak untuk teman jalan-jalanku kali ini, Chandra aka Wilis Ijo
 
 

Tags: , , , ,

My Tomatoes Vs Ulat

I love tomatoes, dan ciprut ingin punya tanaman tomat sendiri di depan kamar kosku. Dari 1 buah tomat, I have a lot of tomato seeds which began to grow. Bibit-bibit tomat tersebut tumbuh didalam botol minuman bekas yang dipotong bagian atasnya… jadi tidak perlu beli pot kecil atau polybag untuk menanamnya.

 Dalam 10 hari bibit tomat bertambah tinggi dan daunnya mulai banyak dan membesar, ini waktunya untuk bibit tomat di pindah ke tempat yang lebih sesuai. Setelah beberapa minggu berlalu tanaman-tanaman tomat tersebut makin tinggi dengan batang yang menjulang, dan siap untuk dipindahkan ke tempat yang lebih besar agar tumbuh lebih baik, tidak lupa pula untuk menancapkan batang penyangga supaya tanaman tomat tetap tegak berdiri. Namun sayangnya karena suatu musibah yang ciprut alami yang mengharuskan untuk meninggalkan kosan selama 10 hari, walhasil… ooohh Nooo!! daun-daun tomatku pada bolong!! Tomat-tomat yang belum sempat berbunga dan berbuah itu tidak terawat dan diserang banyak sekali ulat yang memakan daun-daun tomat dalam waktu yang cepat. Ulat-ulat tersebut menjadikan tanaman jajaran tomat dalam pot sebagai ekosistem baru untuk mereka, Ada yang bertelur, makan, bersantai di batang-batang daun dan ada pula yang berhibernasi karena proses kepompong ulat. Akhirnya terpaksa ulat-ulat itu harus di-exekusi, disingkirkan dari tanaman tomat.

 

Ulat-ulat itu memiliki telur banyak yang mereka jaga dengan ketat.

 

2 bulan dari serangan ulat hijau, ada kupu-kupu cantik sembunyi di balik daun tomat, Ciprut harap dia tidak berniat untuk bertelur disitu. Setelah serangan ulat hijau, selanjutnya giliran kutu putih yang menyerang tanaman tomat, pusing rasanya, mau diapain lagin solusinya supaya kutu-kutu itu lenyap dari tanaman tomatku.

 

Oooohh akhirnya, bunga tomat bermunculan setelah itu… taraaaa… buah tomat pertamaku muncul. Horeeee!!

You can see all my plants in my FB photo gallery [Just click here]

 
6 Comments

Posted by on July 8, 2012 in Environment

 

Tags: , , , ,

Gambas & Pare Yang Merambat & Bermanfaat.

Suatu hari kita dapet 2 biji misterius yang bentuknya agak aneh [itu karena kita belum pernah melihatnya sebelumnya]. Sambil menebak-nebak itu biji apa, kita langsung aja menanamnya. Beberapa minggu berlalu dan biji itu tumbuh menjalar di batang pohon jambu mente dan sampai pada kawat jemuran juga di depan kamar kosku, namun buahnya belum muncul juga, kita jadi sempet menebak berlagak sok tahu bahwa ini kayaknya tanaman labu, ternyata tebakan kita salah. Setelah bunga berwarna kuning bermunculan ternyata membuahkan pare dan gambas.

Tentang gambas, ada juga yang menyebutnya oyong, ketola, timput, lopang, bestru, blestru, blustru, belustru, dodahala, petola. Dari artikel yang pernah ciprut baca mengatakan bahwa gambas bisa digunakan sebagai obat diabetes, radang usus, asma, radang tenggorokan, radang kelenjar telinga, cacingan, memperlancar peredaran darah, hingga meningkatkan air susu ibu [ASI]. Selain untuk obat, gambas [serat gambas kering] juga sering digunakan sebagai bahan kerajinan seperti alat mandi/penggosok badan, campuran sabun [untuk aroma terapi], sandal hotel, dll. Selain untuk campuran masakan sayur, ternyata banyak sekali kan manfaatnya?

 

Sedangkan pare adalah tanaman merambat yang buahnya sangat pahit namun seringkali dipakai sebagai hidangan yang lezat bagi sebagian orang yang menyukainya.  Biasanya rasa pahit pada pare yang akan dimasak bisa dihilangkan dengan cara merendam dengan air garam dan memerasnya. Pare yang pahit ini mengandung vitamin, kalium dan karoten yang tinggi. Buah pare memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, diantaranya dapat menurunkan kadar gula dan mencegah pertumbuhan sel kanker, pare sangat baik sebagai antioksidan yang dapat menangkal serangan radikal bebas. Rasa pahit pada pare ternyata membawa manfaat yang cukup besar untuk kesehatan.

 

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2012 in Environment

 

Tags: , ,

Bibit Pertama ‘Cabe’

Selain kerja dan rutinitas harian lainnya, ciprut punya kegiatan lain di kos yaitu merawat tanaman yang ada di lahan depan kamar bersama teman kos [Ina]. Kegiatan menanam ini menghilangkan kejenuhan pada rutinitas harian dan membuat kosan terasa tidak gersang lagi.

Mulanya kita menanam bibit cabe yang diambil dari 1buah cabe rawit, selanjutnya kita jadi keranjingan menanam bibit cabe setiap kali ada cabe nganggur di kos, walhasil bibit cabe jadi bertambah banyak dan tumbuh membesar. Setelah beberapa hari, bibit cabe terus tumbuh dan membutuhkan tempat baru yang lebih layak, dari situ kita berfikir untuk mengumpulkan botol plastic bekas dan beberapa kantong palstik untuk media tanam-nya. Sebenarnya tanaman cabe harus dipindahkan ke tanah supaya akarnya bisa bebas menjalar dan tumbuh subur namun dengan banyaknya jumlah bibit cabe yang mulai membesar tidak memungkinkan untuk memindahkan semuanya ke tanah karena lahan didepan kamar kos kita tidak cukup luas, maka dari itu sebagian tanaman cabe masih kita pindahkan ke kantong plastic yang lebih besar.Beberapa bulan berlalu dengan berbagai macam pengalaman seru yang kita alami dalam merawat tanaman cabe ini, tinggi tanaman cabe yg tidak rata satu sama lain, tanaman yang tiba-tiba melayu/mati dengan sendirinya, daun-daun yang berubah jadi keriting, and when the white flowers begin popping up and turned into a fresh chillies in large quantities, this is a fun and encouraging.

 

 
3 Comments

Posted by on April 8, 2012 in Environment

 

Tags: , , ,

10 spesies yang terancam punah [versi WWF]

World Wildlife Fund (WWF) telah menetapkan 10 spesies terancam punah yang memerlukan prioritas perhatian dan perlakuan dari semua pihak. Bukan cuma disayang, para spesies ini dan satwa lainnya harus dilindungi, tidak boleh diburu atau dibunuh dan tidak dirusak habitat tempat mereka hidup. Spesies apa saja itu?

  • Macan tutul salju [Snow Leopard]

World Wildlife Fund (WWF) menyebutkan bahwa macan tutul salju jumlahnya diperkirakan mencapai 6.000 ekor yang tersebar di 12 negara [tahun 2012]. Namun jumlahnya terus berkurang karena diburu demi bulunya yang dijadikan bahan baku industri mode. Pemanasan global juga ikut memengaruhi habitat mereka tinggal. Macan tutul salju adalah hewan yang indah dan memiliki daya jelajah luas.

Dari  tulisan di Wikipedia tentang macan tutul salju ini, Macan Tutul Salju (Uncia uncia) adalah sejenis kucing berukuran besar, dengan panjang tubuh mencapai 130cm, dan panjang ekor sekitar 100cm. Spesies ini mempunyai bulu tebal berwarna putih keabu-abuan dengan bintik-bintik berwarna hitam kecoklatan. Kucing betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan. Tidak seperti kucing-kucing besar lainnya, Macan Tutul Salju tidak dapat mengaum ataupun mendengkur, dan merupakan satu-satunya spesies di dalam marga tunggal Uncia.

Daerah sebaran spesies ini adalah di pegunungan salju Asia Tengah, dari Afganistan sampai Tibet bagian timur. Mangsa utamanya terdiri dari kambing gunung, kelinci dan binatang-binatang lain yang terdapat disekitar habitat Macan Tutul Salju. Macan Tutul Salju adalah hewan penyendiri, jantan dan betina berburu mangsa berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Macan Tutul Salju betina biasanya mempunyai dua sampai tiga anak, yang tinggal bersama induknya sampai macan tutul muda berumur setidaknya satu tahun.

Walaupun dilindungi di hampir semua negara tempat spesies ini berada, Macan Tutul Salju masih diburu secara liar karena memangsa hewan ternak dan terutama untuk diambil bulunya. Macan Tutul Salju dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan di dalam CITES Appendix I.

  • Gorila gunung

Gorilla gunung mulai dikenal pada 17 Oktober 1902. Mereka adalah primata yang memiliki kecerdasan yang tinggi, beberapa penyelidikan menunjukkan bahwa gorila bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sandi. Tinggal di kawasan perbukitan atau pegunungan hutan hujan tropis-subtropis di Afrika. Mereka tinggal berkelompok dengan jantan dewasa paling tua dan kuat sebagai pemimpinnya. Meski besar gorilla adalah hewan yang pemalu. Makanan gorila terdiri dari sayur-sayuran, walaupun kadang juga makan serangga. Setiap gorila mempunyai hidung yang unik, seperti manusia yang mempunyai sidik jari yang unik. Populasi mereka terancam karena sering diburu manusia dan penebangan liar. Ilmuan memperkirakan ada tinggal sekitar 50.000 gorila di alam liar Afrika. Sebagian besar dari dari jumlah ini adalah gorila dataran barat. Gorila dataran timur hanya tinggal sekitar 2500. Gorila gunung berjumlah 600 ekor dan berada dalam ancaman kepunahan. [baca lebih lengkap tentang species ini di wikipedia]

Virunga Massif di Rwanda, adalah rumah bagi gorila gunung langka yang terancam punah. Pegunungan ini mengapit Rwanda, Uganda dan Republik Demokratik Kongo. Ketiga negara ini telah meningkatkan upaya untuk melindungi populasi gorila, melalui pengawasan perburuan dan habitat. Dari hasil pariwisata gorila di negara ini adalah 90 persen dari pendapatan Rwanda, lebih dari 175 juta dollar per tahun. Dan uang itu akan digunakan untuk melindungi gorila-gorila langka ini. Upaya ini juga diharapkan tidak ada lagi tragedi pembunuhan species gorila yang pernah terjadi di Kongo (DRC) Taman Nasional Virunga [Tahun 2007] dimana 9 gorila dibunuh oleh anti-pemerintah bersenjata dengan menebang pohon, mencuri dan membunuh gorila.

  • Tuna sirip biru Samudra Atlantik [Bluefin Tuna]

Ikan dari famili scombridae ini adalah ikan terbesar di keluarganya, yaitu dengan panjang makzimum dapat mencapai 4,3 meter (14 kaki) dan berat 679 kg bagi yang berukuran dewasa. Remaja dapat mencapai ukuran rata-rata 2-2,5 meter (6-8,2 kaki) dan berat 350 kg (770 lb), kecepatan berenangnya max:74 km /jam. Tuna sirip biru dapat menyelam hingga kedalaman 1000 meter. Ikan ini bisa dibilang menjadi spesies yang jarang diperhatikan. Karena pemancingan atau penangkapan yang berlebihan (over fishing) oleh beberapa negara, populasi ikan tuna sirip biru menjadi terancam punah. Tuna sirip biru tersebar di perairan Samudera Pasifik dan Mediterania. Di Jepang, ikan ini adalah ikan yang mahal karena dagingnya dikenal enak untuk dijadikan sushi. Jika konsumsi ikan tuna dan penangkapan ikan tuna tidak dibatasi, mereka akan lenyap dari samudera.

  • Harimau

Harimau atau macan tergolong dalam kerajaan hewan dalam filum kordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-filum vertebrata(bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging (karnivora), keluarga felidae(kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau). Harimau biasanya memburu mangsa yang agak besar seperti rusa sambar, kijang, babi, kijang, kancil, tetapi akan memburu hewan kecil seperti landak apabila mangsa yang agak besar itu tidak ada. Meskipun berasal dari keluarga yang sama, harimau berbeda dengan kucing biasa yang kecil, harimau sangat suka berenang, dan pada dasarnya kucing takut dengan air. Jumlah harimau di seluruh dunia tinggal 3.200 ekor, paling banyak tersebar di Asia Tenggara, India dan Rusia. Tapi selama 100 tahun terakhir, 97 persen populasi harimau sudah musnah karena perburuan oleh manusia dan penebangan hutan. Harimau Jawa dan harimau Bali adalah contoh harimau yang sudah punah. Harimau adalah kucing terbesar di muka bumi, mereka berburu secara sendiri (bukan berkelompok) dan hidup di dataran rendah/perbukitan di hutan hujan tropis. Jumlah harimau saat ini tidak lebih dari 3.000 ekor dan terus terancam oleh pemburuan liar. Meski status populasinya sudah “merah”, para ilmuwan masih yakin harimau msaih bisa bertahan asalkan ancaman terhadap keberadaan mereka diatasi dengan efektif dan segera.

  • Vaquita

Peneliti sedikit kesulitan untuk observasi hewan ini. Vaquita sejenis lumba-lumba namun memiliki ukuran lebih kecil dan moncongnya tidak panjang. Vaquita hidup di teluk kawasan California dan Meksiko. Species ini biasanya terlihat di perairan dangkal, hidup sendiri atau berkelompok dalam 2 – 4 ekor, masa reproduksi vaquita terjadi pada musim semi atau musim panas dan melahirkan 1 ekor vaquita setiap 2 tahun sekali dimusim semi, induk vaquita merawat anak mereka mereka dari 6 – 8 bulan.

Keberadaannya terancam punah akibat jaring nelayan dan pencemaran limbah di daerah pesisir.  Diperkirakan sekarang hanya ada sekitar 600 ekor di seluruh dunia, diketahui bahwa hewan ini bisa hidup hingga 22 tahun dan setiap tahunnya sekitar 40 – 80 vaquita terbunuh dalam pukat atau jaring ikan para nelayan.

  • Penyu

Penyu adalah kura-kura laut. Penyu adalah salah satu hewan yang telah hidup selama ratusan juta tahun, sejak akhir zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya seperti kepiting, burung dan tikus di pantai, serta ikan-ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam. Enam dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia ditemukan di perairan Indonesia dan bertelur di beberapa pantai di negeri ini. Namun di Sumatera, Bali dan beberapa daerah di Indonesia banyak masyarakat  yang mengkonsumsi telur penyu dan dagingnya dijadikan sate. Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cendramata.

Menurut wikipedia, dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.

Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam. Meski sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap hewan yang berjalan lamban ini terus berlanjut.

  • Lumba-lumba sungai

Lumba-lumba sungai juga terancam punah. Lumba-lumba yang hidup di Sungai Mekong dan Sungai Malampaya Filipina ini hampir punah karena pencemaran limbah dan jaring nelayan. Tiga area hutan mangrove yang memanjang antara Bangladesh hingga India jg merupakan rumah bagi sejumlah besar populasi lumba-lumba Sungai Irrawaddy dan Gangga. Meski lumba-lumba bukanlah incaran para nelayan, namun lusinan hewan-hewan yang malang ini seringkali ikut terjerat dalam jaring ikan dan mati tiap tahunnya. Penelitian yang dilakukan oleh Bangladesh Cetacean Diversity Project (BCDP) menyatakan, ada sekitar 6 ribu ekor lumba-lumba Irrawaddy tinggal di pesisir selatan Bangladesh, termasuk di Sundarbans. Pada kawasan lain di mana lumba-lumba tersebut ditemukan, seperti delta sungai Mekong di Asia Tenggara, populasinya diperkirakan hanya tinggal kurang dari 100 ekor. Pemerintah Bangladesh menyebutkan, tiga kawasan hutan mangrove di bagian selatan negeri itu akan didedikasikan sebagai penangkaran untuk melindungi lumba-lumba air tawar, yang merupakan salah satu spesies hewan terancam punah.

  • Orangutan Sumatra

Orangutan Sumatra (Pongo abelii) adalah spesies orangutan terlangka. Orangutan Sumatra hidup dan endemik terhadap pulau Sumatra, bertahan di area provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ujung paling utara Sumatra, Orang utan Sumatera adalah satu dari dua spesies orang utan di dunia. Saudaranya orang utan Kalimantan juga terancam punah. Orang utan Sumatera memiliki rambut berwarna coklat, sedangkan orang utan Kalimantan rambutnya berwarna coklat kemerahan. Penebangan hutan untuk kebun kelapa sawit dan industri kertas serta pembunuhan massal menjadi ancaman serius bagi orang utan. Survei ditahun 2004 memperkirakan ada sekitar 7.300 ekor orangutan Sumatra yang masih hidup di alam liar.Beberapa di antaranya dilindungi di lima daerah di Taman Nasional Gunung Leuser dan lainnya hidup di daerah yang tidak terlindungi: blok Aceh barat laut dan timur laut, sungai Batang Toru Barat, Sarulla Timur dan Sidiangkat. Program pembiakan telah dibuat di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di provinsi Jambi dan Riau dan menghasilkan populasi orangutan Sumatra yang baru.

  • Gajah

Ada 2 spesies gajah di dunia, gajah Asia dan gajah Afrika. Meskipun berbadan besar, gajah adalah hewan perenang yang handal. Mereka dapat berenang selama 6 jam dan menempuh jarak hingga 50 km. Tengkorak gajah besar dan kuat, berisi otak yang sangat cerdas, maka dari itu gajah memiliki daya ingat yang sangat baik. Gajah terancam punah karena hutan tempat mereka mencari makan dan beranak pinak terus dibabat. Tak hanya itu, konflik dengan manusia juga menjadi faktor utama jumlah gajah [terutama di Asia] terus berkurang. Di Sumatra banyak gajah mati diracuni warga. WWF sendiri mencatat, sedikitnya 201 gajah liar yang ditangkap pemerintah Riau sejak tahun 2000 sebagai upaya penanganan konflik. Sedikitnya 46 ekor diantaranya mati akibat penangkapan yang tidak profesional. Populasi gajah di Riau berkurang sekitar 75%. Di Indonesia sendiri (P. Sumatra) pada tahun 1983 diperkirakan terdapat 1.067-1.617 ekor gajah menjadi hanya tinggal 353-431 ekor gajah pada tahun 2003 Hal senada diungkap Mitigasi konflik Gajah WWF Indonesia, Program Riau meminta pengusutan tuntas adanya kasus pelanggaran hukum terkait dengan perlindungan gajah sumatera dan habitatnya.

  • Badak jawa

Badak jawa adalah badak terkecil di dunia, memiliki satu cula dan hidup di Ujung Kulon-Banten. Jumlahnya diperkirakan hanya puluhan ekor sekarang. Dua belas ekor badak Jawa terakhir yg terdapat di Sumatera ditembak oleh pemburu-pemburu Belanda antara tahun 1925-1930 & setelah itu seekor lagi ditembak di dekat Tasikmalaya pd thn 1934. Pernah disebutkan juga bahwa penurunan populasi disebabkan oleh erosi keragaman genetis karena setiap dua tahun pertumbuhan satu ekor terhambat, setelah data tersebut dianalisis, disimpulkan bahwa program penangkaran badak Jawa perlu dilakukan, selain mengintensifkan perlindungannya di Ujung Kulon. Kini [2012] dari 35-45 badak jawa yang diperkirakan masih hidup di Indonesia, jenis kelamin betina diperkirakan hanya tinggal empat hingga lima ekor, padahal spesies badak ini hanya melahirkan satu badak, dengan masa kehamilan 16 bulan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal International Union for Conservation Nature (Sekjen IUCN) Simon an Stuart.

 
5 Comments

Posted by on January 10, 2012 in Environment

 

Tags: , , ,

 
%d bloggers like this: