RSS

Gunung Wilis Jalur Kediri – Mojo

 Pada Juni 2012 Ciprut bersama beberapa teman refreshing ke Gunung Wilis. Pendakian Gunung Wilis dari Kab. Kediri bisa melalui Kec. Mojo lebih tepatnya daerah Besuki. Di daerah ini terdapat wisata alam berupa Air Terjun, salah satu diantaranya Air Terjun Dolo, sayangnya kita tidak bisa menyempatkan diri untuk pergi ke wisata Air Terjun Doho tersebut karena waktu yang dirasa tidak memungkinkan. Kawasan Gunung Wilis berupa perbukitan dengan puncak paling tinggi adalah 2552 Mdpl, keadaan alam di kawasan Gunung Wilis masih terbilang sangat asri, disini ada beberapa jenis flora yang dilindungi seperti edelweiss, anggrek, beberapa jenis fauna liar seperti kumpulan primata, spesies burung, dan beberapa hewan liar lainnya. Namun, kurang ketatnya pengawasan dari Dinas Kehutanan dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan membuat beberapa oknum jadi leluasa untuk berburu dan menganggu habitat tanaman dan hewan-hewan liar tersebut.

Perjalanan hari pertama tujuan kita adalah Ngebrak sebagai pos utama untuk kita bermalam. Pukul 14.30 kita start perjalanan dari Gazebo melalui jalan setapak. Jalur diawal perjalanan sangat bersahabat karena tidak begitu curam, namun di titik-titik tertentu ada jalur yang rusak karena tanah yang longsor, untuk melaluinya kita diwajibkan untuk melewati batang kayu tumbang dan licin, tidak ada cara lain untuk melewatinya selain dengan bantuan tali yang kita bawa.

Pukul 15.30 kita sampai di Lemah Kuning untuk istirahat sejenak, tempat ini berupa dataran dengan tanah yang berwarna kuning, kalau mau membuka tenda di sini bisa muat sekitar 2 tenda dome, namun dari sini sudah mulai dijumpai hewan kecil penghisap darah kotor yaitu ‘Pacet’ [sejenis lintah namun lebih kecil].

Setelah istirahat sejenak kita lanjutkan perjalanan menuju Pathok Wesi, dalam perjalanan kita bisa menjumpai 3 sumber mata air jernih yang bisa kita minum langsung. Sampai di Pathok Wesi sekitar pukul 16.45, Pathok Wesi merupakan punggungan yang diapit dua jurang. Dahulu disini terdapat pagar dari besi untuk melindungi pendaki agar tidak terjerumus ke jurang namun pagar besi itu sekarang sudah tidak ada lagi.

 

Pukul 17.30 kiita sampai juga di Ngebrak, untuk mencapai pos Ngebrak dari Pathok Wesi kita harus melalui jalan setapak menurun, melewati pos/gubuk pemburu, menyebrangi sungai kecil, serta menaiki sedikit tanjakan menuju punggungan Ngebrak, pos tempat kita bermalam ini lumayan luas dan pemandangannya indah sekali, di malam hari kalau kita beruntung kita bisa melihat pemandangan langit yang bertabur bintang, indah sekali. Disinilah saat dimana semua rasa capek dan kepenatan serasa menguap bersama uap kopi panas yang Ciprut minum dan menu jamur tumis hangat bikinan Binti yang kita santap bersama malam itu. Nikmat sekali.

Pagi hari ciprut bangun kesiangan karena malam harinya sempat tidak bisa tidur karena mules kebanyakan minum kopi….. hahahahaha. Walhasil jadwal muncak gunung Wilis mundur beberapa jam, setelah sarapan dan packing perlengkapan diputuskan yang akan ke puncak Wilis hanya kita bertiga [Ciprut, Binti, mas Dwin] dan yang lain menunggu di Pathok Wesi. Untuk menuju puncak Wilis kita harus kembali ke persimpangan Pathok Wesi, dari sini jalur sangat curam dengan kemiringan sekitar 80derajad [kondisi medannya seperti jalur menuju puncak G. Arjuno dari Spilar] ditambah lagi banyaknya rumput lebat setinggi tubuh manusia [diantaranya rumput merak] yang menutupi jalan setapak. Setengah perjalanan menuju puncak, medan bertambah menantang/berbahaya, hal ini membuat perjalanan semakin lama dan mengingat perhitungan waktu yang dibutuhkan dirasa tidak mencukupi dan kabut mulai turun maka kita putuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak, dari sinilah kita menjumpai jaring panjang dari senar yang dipasang seseorang untuk menangkap burung [atau apa saja yang bisa terjaring]. Sangat disayangkan di kawasan hutan sebagai habitat beberapa species hewan lidung ternyata masih saja dijumpai banyak pemburu.

  

Setelah perjalanan turun gunung yang melelahkan, sekitar pukul 15.00 kembali kita beristirahat di Gazebo, disini tedapat warung pinggir jalan yang menyajikan menu unik yang belum pernah Ciprut makan…. Menu apakah itu?? ‘Nasi Goreng Tiwul’ ini menu nikmat khas pos Gazebo Gunung Wilis, nikmat sekali dan sangat recommended, apalagi dengan pemandangan tebing batu yang tinggi dan menakjubkan. Keren sekali, liburan di Kediri ini sangat menyenangkan.

Personil Pendakian Gunung Wilis jalur Kec. Mojo – Doho

  • Mas Dwin [Penunjuk Jalur – Besuki]
  • Mas Suyanto [Kediri]
  • Irwin [Kediri]
  • Hui [4 tahun – putrid Mas Yanto & Irwin]
  • Binti M. [Kediri]
  • Cprut [Bangil-Pasuruan]
Advertisements
 
24 Comments

Posted by on July 18, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , , ,

My Tomatoes Vs Ulat

I love tomatoes, dan ciprut ingin punya tanaman tomat sendiri di depan kamar kosku. Dari 1 buah tomat, I have a lot of tomato seeds which began to grow. Bibit-bibit tomat tersebut tumbuh didalam botol minuman bekas yang dipotong bagian atasnya… jadi tidak perlu beli pot kecil atau polybag untuk menanamnya.

 Dalam 10 hari bibit tomat bertambah tinggi dan daunnya mulai banyak dan membesar, ini waktunya untuk bibit tomat di pindah ke tempat yang lebih sesuai. Setelah beberapa minggu berlalu tanaman-tanaman tomat tersebut makin tinggi dengan batang yang menjulang, dan siap untuk dipindahkan ke tempat yang lebih besar agar tumbuh lebih baik, tidak lupa pula untuk menancapkan batang penyangga supaya tanaman tomat tetap tegak berdiri. Namun sayangnya karena suatu musibah yang ciprut alami yang mengharuskan untuk meninggalkan kosan selama 10 hari, walhasil… ooohh Nooo!! daun-daun tomatku pada bolong!! Tomat-tomat yang belum sempat berbunga dan berbuah itu tidak terawat dan diserang banyak sekali ulat yang memakan daun-daun tomat dalam waktu yang cepat. Ulat-ulat tersebut menjadikan tanaman jajaran tomat dalam pot sebagai ekosistem baru untuk mereka, Ada yang bertelur, makan, bersantai di batang-batang daun dan ada pula yang berhibernasi karena proses kepompong ulat. Akhirnya terpaksa ulat-ulat itu harus di-exekusi, disingkirkan dari tanaman tomat.

 

Ulat-ulat itu memiliki telur banyak yang mereka jaga dengan ketat.

 

2 bulan dari serangan ulat hijau, ada kupu-kupu cantik sembunyi di balik daun tomat, Ciprut harap dia tidak berniat untuk bertelur disitu. Setelah serangan ulat hijau, selanjutnya giliran kutu putih yang menyerang tanaman tomat, pusing rasanya, mau diapain lagin solusinya supaya kutu-kutu itu lenyap dari tanaman tomatku.

 

Oooohh akhirnya, bunga tomat bermunculan setelah itu… taraaaa… buah tomat pertamaku muncul. Horeeee!!

You can see all my plants in my FB photo gallery [Just click here]

 
6 Comments

Posted by on July 8, 2012 in Environment

 

Tags: , , , ,

Scandinavian style design

Saya selalu tertarik dengan desain-desain skandinavian style, sangat keren. Kali ini saya mencoba untuk menulis article yang bertujuan untuk memberikan gambaran pengaruh dalam desain di daeran Negara-negara Nordic tersebut seperti yang ciprut pahami selama ini dan berharap kita juga bisa berbagi informasi pula mengenai hal ini. Skandinavia disini berarti Negara-negara eropa utara. Dari segi geografis, Skandinavia terdiri dari beberapa Negara diantaranya swedia, Denmark, finlandia dan norwegia. Secara kultural, Negara-negara ini adalah satu rumpun. Desain Skandinavia secara umum, juga berawal dari konteks sejarah seni rupa. Modernisme, realisme, Arts & Crafts movement, dan Art Nouveau/”Jugendstil” banyak mempengaruhi desain. Revolusi Industri, Perang Dunia ke-1 dan ke-2 juga sangat berpengaruh terhadap gaya desain yang lebih praktis, realistis, tegas dan bisa diproduksi massal. Dalam segi desain dideskripsikan dalam bentuk-bentuk yang lebih minimalais, dengan garis-garis sederhana yang bersih, skandinavian design juga memiliki sifat Highly functional, efektif, cantik dan tanpa perlu elemen berat, only what is needed is used, terinspirasi oleh alam dan iklim utara. Itu semua merupakan the basis of all design from early on. Para desainer skandinavia dipengaruhi oleh segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Dengan tradisi yang dimiliki, keahlian dan sumber daya yang terbatas [karena isolasi geografis], mereka memiliki pandangan social yang demokratis dan segala sesuatu yang dibuat harus bisa digunakan oleh semua orang. “Beautiful things that make your life better” merupakan konsep yang sangat di hormati. Desain Skandinavia sering disebut sebagai desain demokratis, karena tujuannya untuk menarik massa melalui produk yang dapat mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. Ideology tersebut muncul dari institusi local seperti masyarakat yang terbentuk dalam “Swedish Society of Industrial Design”. Tujuan dari asosiasi tersebut adalah untuk mempromosikan desain yang bisa diakses dan dinikmati masyarakat umum. Event pameran pertamakali yang pernah diadakan untuk mempromosikan Scandinavian design adalah The Stockholm Exhibition pada tahun 1930, dimana fungsionalism berkembang, seniman dan perusahaan bersama-sama memamerkan produk terbaru mereka, yang akhirnya ide-ide secara bertahap berkembang menjadi prinsip-prinsip desain dan filosofi di Scandinavia dan memiliki efek internasional.  Beberapacontoh desain logo scandinavian ditahun 1960-1970 [link koleksi desain logo].   scandinaviandesign graphic [by Henning Gjerde]        Interior&furniture with scandinavian style [gambar diambil dari blog tetangga Page thirteen]

 
7 Comments

Posted by on May 21, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Keterkaitan karakter masyarakat terhadap unsur desain di Jepang.

Lagi-lagi artikel dibuat dari pengalaman kerja yang sedang ciprut lakukan, kali ini ciprut ingin membahas tentang keterkaitan karakter masyarakat Jepang dengan selera desain masyarakat Jepang. Awalnya ciprut melakukan study literature tentang seluk-beluk Negara Jepang untuk mengetahui karakter masyarakat Jepang dari banyak aspek [Sosiologi, antropologis, demografis, dll], dari sini membuahkan acuan-acuan yang bisa diambil untuk konsep desain sebuah produk yang memiliki modern Japanese style.

Dari latar belakang aspek sosiologi dan demografis, Jepang saat ini merupakan negara yang memiliki karakter budaya urban-nya sendiri. Awalnya Jepang merupakan Negara yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, namun karena muncul banyak aspek kebutuhan di kehidupan masyarakat Jepang saat ini, hal tersebut berpengaruh dengan terjadinya pergeseran budaya untuk beradaptasi dengan jaman yang lebih modern. Kebutuhan dalam kehidupan masyarakat urban di jepang menjadikan suatu tolak ukur tersendiri, hal ini terlihat dalam sikap konsumerisme masyarakat yang sebenarnya ‘hemat’ dan seimbang antara hiburan / kesenangan / kepuasan konsumen dan kebutuhan yang bersifat fungsi-guna yang mensuport kebutuhan hidup masyarakat di Jepang, sedangkan istilah sikap konsumerisme yang ‘hemat’ disini contohnya merupakan ketertarikan akan desain atau produk-produk yang hemat, sustainable, hemat dalam penggunaan material, Hemat dalam penataan ruang [tidak terlalu banyak menggunakan barang berukuran besar dalam ruang], hemat waktu [missal : dalam pengoperasian] dll.

Dengan sifat dasar masyarakat jepang yang pantang menyerah, pekerja keras, teliti dalam melakukan banyak hal, gemar membaca [keingintahuan yang besar] dan loyalitas yang tinggi menjadikan Negara jepang mudah mengikuti/beradaptasi pada perkembangan jaman di dunia saat ini, hal ini bisa jadi penyebab mengapa masyarakat Jepang sangat inovatif dalam menyelesaikan suatu masalah selain itu terlihat pula pada cepatnya memulihkan perekonomian saat pasca bencana besar yang terjadi di Negara Jepang. Jepang bukanlah Negara penemu, tapi orang jepang mempunyai kelebihan untuk memunculkan inovasi baru berdasarkan masalah yang muncul di kehidupan masyarakat terhadap produk yang sudah ada, seperti halnya sumpit, pemutar musik [walkman] atau alat transportasi yang lebih cepat dan murah. Contoh lainnya seperti membentuk buah semangka menjadi kotak merupakan inovasi yang cemerlang dibidang pertanian Jepang, karena inovasi ini bisa memecahkan permasalahan dalam pengemasan yang hemat ruang dan efisien.

Dibalik kehidupan budaya urban yang penuh dengan tuntutan akan kebutuhan tertentu dan masuknya pengaruh budaya barat yang terjadi di Negara-negara asia saat ini, jepang masih tetap mempertahankan budaya dan tradisi yang dimiliki secara turun-temurun dengan sedikit penyesuaian jaman. Budaya untuk menghargai atau menghormati orang lain dan alam sering kali dilakukan pada bermacam-macam budaya-tradisi pada setiap acara tertentu dan setiap musim yang menjadi kebiasaan masyarakat. Contohnya:

  • Tradisi merangkai bunga [Ikebana] dan tradisi minum teh [chanoyu] memiliki teknik yang syarat akan filosofi. Tradisi minum teh sendiri tidak hanya sekedar untuk menjamu tamu namun juga untuk menikmati keindahan alam. Tradisi dan kebudayaan tersebut mempengaruhi aspek estetika desain dan filosofi bentuk pada produk, bangunan arsitek dan interior yang mendukung, seperti ruang yang berkesan luas/terbuka, material alam yang natural, suasana relax dari suara-suara alam, dll.
  • Kebijakan Ryosai kentro (istri yang baik dan ibu yang arif) masih dipegang teguh hingga sekarang. Kebijakan yang menetapkan posisi perempuan selaku manajer urusan rumah tangga dan perawat anak dirumah sedangkan sang ayah bekerja, tujuannya untuk menciptakan anak-anak bangsa yang lebih berkualitas, hal ini berpengaruh pula pada ergonomi desain produk.
  • Dengan latarbelakang aspek geografis jepang berupa Negara agraris, menuntut masyarakatnya untuk mampu hidup bersama dan bekerja secara harmonis antara satu dengan yang lainnya. Hal ini masih berpengaruh hingga sekarang, budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, tetapi 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “Rin-gi” adalah ritual dalam kelompok seperti membicarakan keputusan strategis.

Dari sedikit wacana diatas tentang karakter masyarakat Jepang saat ini, tak heran kalau desain-desain produk yang muncul sering kali memiliki unsur karakter sederhana/simplicity, bersih, natural, minimalist dan terkadang memiliki unsur craftmenship [menunjukkan kemampuan dalam ketelitian]. Seperti beberapa contoh dibawah ini:

 Sori Yanagi [Pioneer of Japanese industrial design]

 Isamu Noguchi [Artist of Sculpture, landscape architecture & furniture designer]

 Fumi masuda [Japanese Sustainable Designer, The Director of the EcoDesign Institute, A professor at the Design Department at Tokyo Zokei University]

 Masamichi katayama [Japanese interior designer]

 Tatsuo Yamamoto [Japanese furniture designer]

 
3 Comments

Posted by on May 8, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , , ,

Gambas & Pare Yang Merambat & Bermanfaat.

Suatu hari kita dapet 2 biji misterius yang bentuknya agak aneh [itu karena kita belum pernah melihatnya sebelumnya]. Sambil menebak-nebak itu biji apa, kita langsung aja menanamnya. Beberapa minggu berlalu dan biji itu tumbuh menjalar di batang pohon jambu mente dan sampai pada kawat jemuran juga di depan kamar kosku, namun buahnya belum muncul juga, kita jadi sempet menebak berlagak sok tahu bahwa ini kayaknya tanaman labu, ternyata tebakan kita salah. Setelah bunga berwarna kuning bermunculan ternyata membuahkan pare dan gambas.

Tentang gambas, ada juga yang menyebutnya oyong, ketola, timput, lopang, bestru, blestru, blustru, belustru, dodahala, petola. Dari artikel yang pernah ciprut baca mengatakan bahwa gambas bisa digunakan sebagai obat diabetes, radang usus, asma, radang tenggorokan, radang kelenjar telinga, cacingan, memperlancar peredaran darah, hingga meningkatkan air susu ibu [ASI]. Selain untuk obat, gambas [serat gambas kering] juga sering digunakan sebagai bahan kerajinan seperti alat mandi/penggosok badan, campuran sabun [untuk aroma terapi], sandal hotel, dll. Selain untuk campuran masakan sayur, ternyata banyak sekali kan manfaatnya?

 

Sedangkan pare adalah tanaman merambat yang buahnya sangat pahit namun seringkali dipakai sebagai hidangan yang lezat bagi sebagian orang yang menyukainya.  Biasanya rasa pahit pada pare yang akan dimasak bisa dihilangkan dengan cara merendam dengan air garam dan memerasnya. Pare yang pahit ini mengandung vitamin, kalium dan karoten yang tinggi. Buah pare memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, diantaranya dapat menurunkan kadar gula dan mencegah pertumbuhan sel kanker, pare sangat baik sebagai antioksidan yang dapat menangkal serangan radikal bebas. Rasa pahit pada pare ternyata membawa manfaat yang cukup besar untuk kesehatan.

 

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2012 in Environment

 

Tags: , ,

Bibit Pertama ‘Cabe’

Selain kerja dan rutinitas harian lainnya, ciprut punya kegiatan lain di kos yaitu merawat tanaman yang ada di lahan depan kamar bersama teman kos [Ina]. Kegiatan menanam ini menghilangkan kejenuhan pada rutinitas harian dan membuat kosan terasa tidak gersang lagi.

Mulanya kita menanam bibit cabe yang diambil dari 1buah cabe rawit, selanjutnya kita jadi keranjingan menanam bibit cabe setiap kali ada cabe nganggur di kos, walhasil bibit cabe jadi bertambah banyak dan tumbuh membesar. Setelah beberapa hari, bibit cabe terus tumbuh dan membutuhkan tempat baru yang lebih layak, dari situ kita berfikir untuk mengumpulkan botol plastic bekas dan beberapa kantong palstik untuk media tanam-nya. Sebenarnya tanaman cabe harus dipindahkan ke tanah supaya akarnya bisa bebas menjalar dan tumbuh subur namun dengan banyaknya jumlah bibit cabe yang mulai membesar tidak memungkinkan untuk memindahkan semuanya ke tanah karena lahan didepan kamar kos kita tidak cukup luas, maka dari itu sebagian tanaman cabe masih kita pindahkan ke kantong plastic yang lebih besar.Beberapa bulan berlalu dengan berbagai macam pengalaman seru yang kita alami dalam merawat tanaman cabe ini, tinggi tanaman cabe yg tidak rata satu sama lain, tanaman yang tiba-tiba melayu/mati dengan sendirinya, daun-daun yang berubah jadi keriting, and when the white flowers begin popping up and turned into a fresh chillies in large quantities, this is a fun and encouraging.

 

 
3 Comments

Posted by on April 8, 2012 in Environment

 

Tags: , , ,

Gunung Kelud [Stratovolcano]

Awalnya ngiler melihat foto panorama gunung kelud di FB temen ciprut [Binti]. Akhirnya hari minggu tanggal 18 maret 2012 kemaren ciprut diajak jalan-jalan ke sana. Seru juga liburan kali ini. Dari Klaten ciprut berangkat jam 17.00 naik bis menuju Bra’an-Kertosono jam  22.30, disana ciprut udah janjian sama temen-temen yang berangkat dari Surabaya dengan mobil pribadi, tujuan kita adalah kota Tahu Poong [Kediri-Ngadiluwih], disana kita bermalam dirumah temen ciprut [Suyanto-Irwin]. Jam 11.33 kita mulai berangkat dari Kediri dan sampai di G. Kelud jam 13.30.

Tiket masuk ke kawasan G. Kelud sekarang ternyata naik dua kali lipat dari sebelumnya [Rp. 10000] tapi ini masih termasuk murah. Meskipun  sudah siang tapi udara masih terasa segar namun kita harus berhati-hati karena jalur yang kita lewati rawan longsor dan terdapat ‘Jalan Misterius’, konon katanya ketika melewati jalan ini tanpa menyalakan mesin kendaraan akan melaju dengan sendirinya kearah tanjakan, saya rasa lokasi itu terdapat medan magnet tertentu.

Gunung Kelud berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri dengan ketinggian 1.731 Mdpl. Gunung Kelud (sering disalahtuliskan menjadi Kelut yang berarti “sapu” dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut,ClootKloet, atau Kloete). Gunung ini termasuk dalam ‘Cincin Api Pasifik’ dan masih aktif hingga sekarang. Sebelumnya G. Kelud memiliki danau dengan air berwarna biru/tosca di kawahnya… indah sekali, namun sejak tahun 2007 danau itu menghilang karena gunung ini kembali meningkat aktivitasnya dan membentuk sebuah anak gunung di tengah-tengahnya. Karena merupakan gunung yang masih aktif hingga sekarang G. Kelud memiliki sumber air panas. Favorit saya disini adalah pemandangan dinding tebingnya selain menakjubkan juga sering digunakan sebagai area panjat tebing. Kawasan G. Kelud juga sering digunakan sebagai olahraga jogging, lintas alam, dan bumi perkemahan bagi penggiat olahraga alam bebas.

Here are some photos of Kelud. I wish I could take a better picture.

 

 

 
6 Comments

Posted by on March 29, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , ,

 
%d bloggers like this: