RSS

Tag Archives: merbabu

Sejuk Pagi di Klaten – Rowo Jombor

Ciprut akui kalau Klaten ini sebenarnya memiliki tempat dengan suasana pedesaan yang lumayan asri. Sudah 2 tahun [2010-2012] Ciprut tinggal di Klaten, kebetulan Ciprut dapat pekerjaan di kabupaten kecil ini sebagai desainer di sebuah perusahaan furniture di daerah ini. Selama 2 tahun ini salah-satu yang menyenangkan adalah bersepeda pagi menyusuri sawah-sawah dengan beckground pegunungan [G. Merapi dan G. Merbabu], udara sangat sejuk, berbarengan dengan pemandangan para petani yang kompak menggarap sawah, barisan hiruk-pikuk bebek yang lucu membuat suasana jadi menyenangkan, sampai akhirnya finish di tempat wisata Rowo Jombor yang letaknya sekitar 8 Km dari pusat kota Klaten.

  Derap langkah para pasukan bebek mencuri perhatianku.

Rowo Jombor adalah sebuah rawa/waduk dengan luas 198 ha dengan kedalaman sekitar 4,5 m dan dilatarbelakangi dengan jajaran bukit dan gunung kapur. Saat ini Rowo Jombor dijadikan salah satu tempat wisata Kab. Klaten yang terletak di desa Krakitan, Kec. Bayat. Awalnya fungsi utama Rowo Jombor ini adalah sebagai sumber irigasi pertanian di wilayah Klaten, namun lambat laun terjadi pergeseran fungsi sebagai wisata keramba ikan dan warung apung, sayangnya hal inilah yang jadi indikasi sebagai penyebab meningkatnya sedimentasi di dasar rawa itu.

 
1 Comment

Posted by on September 7, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , , , , , , ,

Gunung Merbabu Jalur Wekas [2012]

Ini kali pertama ciprut coba buat catatan perjalanan, lagi belajar nulis juga nih. Semoga catatan perjalanan ciprut ini bermanfaat untuk semuanya yaaa.

Setelah 1 bulan sebelumnya main ke gunung Semeru [gunung tertinggi se-Pulau Jawa], selanjutnya melalui koordinasi singkat lewat FB diputuskan next trip adalah hiking ke gunung Merbabu-Jawa Tengah, kebetulan ciprut juga belum pernah hiking ke gunung Merbabu, sip banget nih.  Nama “merbabu” berasal dari gabungan kata “meru” (gunung) dan “abu” (abu). Ketinggian gunung Merbabau ini adalah 3142 mdpl dan masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat serta Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah. Tanggal 21-23 Januari 2012 adalah waktu yang tepat untuk kita liburan hiking ke gunung Merbabu, ada long weekend karena perayaan Imlek [2012]. Sebenarnya hiking di gunung Merbabu cuman butuh 2 hari saja [tanggal 21-22 Januari], tanggal 23-nya dipakek untuk jalan-jalan di Jogja sebelum teman-teman balik ke rutinitas masing-masing, maklum teman-teman ada yang berasal dari tempat jauh, dari Aceh, Padang, Bandung dan Kediri, kebanyakan dari mereka kerja di BPN [Badan Pertanahan Nasional]. Jumlah anggota pendakian kali ini cukup banyak, 17 orang. Ini kali pertama ciprut hiking dengan jumblah anggota paling banyak deh.

Titik pertemuan dengan seluruh teman pendakian dari BPN-Jakarta adalah di terminal Magelang, karena rencananya kita akan mengambil jalur pendakian melalui desa Wekas. Sebelumnya Ciprut dan teman-teman dari Kediri [Binti dan Irwin] berangkat dari kos-kosan Ciprut di Klaten pukul 8.00 menuju terminal Giwangan-Jogja dan dilanjutkan lagi naik bus mini ke terminal Jombor-Jogja karena kita harus bertemu dengan teman-teman dari Satu Bumi UGM dan beberapa teman dari BPN yang sudah sampai Jogja. Sebenarnya bisa saja dari terminal Giwangan langsung naik bis mini menuju terminal Magelang.

Sampai di terminal Magelang sudah pukul 12.30, teman-teman yang lain sudah sampai duluan dari pada kami dan lengkap sudah semua 17 orang anggota pendakian gunung Merbabu kali ini. Setelah packing ulang untuk pembagian logistic dan isoma skitar pukul 14.00 kita berangkat naik bus mini menuju desa Wekas jurusan Magelang-Kopeng dan turun di Kaponan tepatnya di depan Gapura Wanawisata Desa Wekas [skitar 9 Km dari Kopeng]. Dari Gapura Wanawisata Desa Wekas ini para pendaki biasanya berjalan kaki melewati jalan-jalan desa yang sekarang sudah beraspal sejauh 3 Km menuju basecamp pendakian gunung Merbabu. Kalau tidak mau capek jalan kaki sebelum tracking bisa sewa pickup sayur seperti yang kita lakukan, ongkos bisa dinego, karena jumlah kami banyak ongkos bisa jadi Rp. 6000/org dan turun di bascamp pendakian di desa Wekas [desai ini adalah desa terakhir menuju gunung Merbabu]. Di basecamp kita diwajibkan untuk isi daftar data diri nama dan alamat untuk registrasi. Jalur Wekas ini merupakan jalur pendek menuju puncak merbabu dan hanya memiliki 2 pos untuk beristirahat.

Hari sudah mulai sore, mendung menyelimuti desa Wekas dan hujan gerimis mulai turun. Pukul 16.00 kita siap untuk memulai perjalanan kita. Perjalanan ini diawali dengan jalan berbatu yang tertata rapi serta disambut oleh pemandangan ladang penduduk khas dataran tinggi yang ditanami berbagai macam sayuran seperti wortel, kubis, dan bawang. Di ujung jalan setapak terdapat pos 1 berupa sebuah balai dan tempat peristirahatan yang disekelilingnya masih dikelilingi ladang penduduk, disini kita melakukan koordinasi kecil yang dipimpin oleh Aulia [dari Satu Bumi UGM] untuk kesiapan kita dalam pendakian seperti pem-posisi-an tugas leader dan skipper supaya tim pendakian ini tidak berpencar, yang harus diparhatikan adalah tetap waspada dan saling memperhatikan kondisi satu-sama lain karena udara di Merbabu yang dingin dan sering kali turun kabut tebal, di musim seperti sekarang ini faktor hujan juga harus diperhatikan raincoat dan ponconya dipakai dulu, meskipun gerimis tapi kita harus sudah siap karena perjalanan masih panjang, serta penghormatan terhatap tradisi warga setempat juga perlu diperhatikan.

Langsung menuju pos 2, jalur menuju pos 2 ini sedikit curam dengan kondisi jalan dari tanak dan kombinasi bebatuan sehingga rawan terpleset karena licin apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, jadi saran saya pakailah pelindung kaki dengan alas yang memiliki ceruk dalam supaya lebih bisa menggigit tanah. Sekitar pukul 19.30 kita sampai di pos 2, perhitungan waktu dari basecamp ke pos 2 skitar 3,5 jam. Pos 2 ini berupa daratan yang datar yang cukup luas dan terbuka, bisa untuk mendirikan tenda hingga puluhan, berlatar belakang bukit-bukit hijau, serta disinilah terdapat sumber air yang di salurkan melalui pipa-pipa besar yang ditampung pada sebuah bak dan bisa dimanfaatkan untuk memasak bagi para pendaki. Dekat dengan pos 2 ini sebenarnya terdapat air terjun kecil bertingkat yang terbentuk dari aliran dari sumber air yang biasa dimanfaatkan warga desa Wekas, tapi kita tidak kesana karena untuk melaluinya harus melewati jalur buntu. Kondisi cuaca saat kita sampai di pos 2 sangat dingin sekali, angin berhembus sangat kencang. Kita langsung bagi tugas untuk buka tenda dan sebagian memasak untuk minuman hangat dan makan malam. Angin kencang disini sedikit menyulitkan kita untuk memasak karena angin bercampur dengan rintik hujan, kita harus berpindah beberapa kali untuk mendapatkan posisi masak yang aman dan nyaman. Inilah salah satu nikmatnya hiking adalah kegiatan masak-memasak di alam terbuka, tantangan yang seru. Setelah makan dan dilanjut ngobrol dan senda gurau yang ditemani dengan minuman hangat [ada yang bawa kopi khas Aceh nih] mantab beneeer kebersamaan di alam bebas ini, selanjutnya waktunya istirahat untuk suplay tenaga buat muncak besok pagi. rencana muncak adalah jam 5.00 pagi, ternyata jadwal molor karena semua masih pada tidur pulas.. hehehe maklum semalaman ada yang dah capek berat dan ada yang kena efek kopi khas Aceh.

Matahari sudah mulai naik, suasana diluar tenda sudah terang benderang, waktunya menyiapkan makanan dan mempersiapkan bekal untuk perjalanan ke puncak Merbabu, bekal yang dibawa cukup minuman, makanan untuk di perjalanan dan ponco/jas hujan untuk antisipasi cuaca, semua itu cukup dimasukkan ke masing2 day bag aja. Disini Mas Aulia [dari Satu Bumi UGM] merelakan dirinya untuk tinggal menjaga tenda ketika teman-teman yang lain malakukan perjalanan ke puncak Merbabu, serta menyiapkan makan siang ketika kita sudah sampai di pos 2 kembali. sip daaah. Setelah sarapan dan mempersiapkan semua bekal, pukul 6.15 kita berangkat menuju puncak Merbabu, dari pos 2 ini selanjutnya akan membawa kita kita ke persimpangan jalur Thekelan & jalur Wekas, persimpangan ini terletak antara pos Pemancar & pos Helipad, dari sini jalan mulai relatif landai namun cukup bahaya karena jalan yang sempit dan kiri-kanan berupa jurang dengan angin yang begitu kencang yang mungkin bisa menyapu kita setiap saat, jadi berhati-hatilah. Jalur ini juga terdapat beberapa poin tanjakan dengan cara memanjat tebing [bouldering], pemandangan dari beberapa puncak sekunder Merbabu mulai terlihat dengan tebing-tebing dan hutan safana yang mulai menghijau setelah  bulan september sebelumnya terjadi kebakaran hebat disini [Ciprut suka banget tempat ini].

Pukul 9.10, Selamaaat!! kita sudah sampek di puncak Merbabu, ada dua puncak yang berdekatan disini [Kentheng Songo-3142mdpl & Puncak Syarif-3119mdpl]. Tampak jelas pemandangan gunung Merapi disini, agak kejauhan juga terlihat gunung Sindoro dan Sumbing yang berdiri megah. Tempat ini sangat dingin dengan hembusan angin kencang-nya, tapi semua itu sedikit terlupakan karena sudah lega dah nyampek puncak.  Puncak Syarif terdapa Tugu Puncak Merbabu. Puncak Kentheng Songo ini terdapat batu kenteng/lumpang/berlubang dengan jumlah 9 [menurut penglihatan paranormal].

Setelah jepret-jepret dengan berbagai gaya narsis, pukul 10.10 kita turun ke pos-2 dengan jalur yang sama dan sampai di sana pukul 12.00. tiba di pos-2… horeee makanan sudah siaaap dan kita bisa selonjorkan kaki untuk istirahat sejenak, cuaca siang itu panas sekali. Setelah istirahat dan makan siang bersama, kita packing semua logistic bersama dan peralatan pribadi masing-masing untuk persiapan turun gunung. Pukul 14.00 kita berdoa dulu sebelum perjalanan supaya selamat dalam perjalanan pulang.

Nyampe di base camp pukul 15.30, cuaca sudah mulai gerimis lagi. Di base camp kita bisa istirahat & membersihkan badan [ada kamar mandi umum gratis disini, airnya?… tidak usah ditanya… diiiiingin sekali]. Pukul 17.00 Jeng Efi dah dapet carteran 2 mobil untuk mengantarkan kita ke terminal Magelang [ongkos carter 2 mobil 250rb]. dari terminal Magelang inilah kita berpisah untuk bertemu lagi di kegiatan selanjutnya.

Asta la vista teman-temaaan.

Nama anggota pendakian:

  1. Suyanto
  2. Irwin [Kediri]
  3. Binti [Kediri]
  4. Evi [Jogja]
  5. Ciprut [Bangil]
  6. Reza [Surabaya]
  7. Rahmat [Banda Aceh]
  8. Heru [Padang]
  9. Ramon [Padang]
  10. Ihsan rivano [Padang]
  11. Misqi
  12. Ilham / Kasino
  13. Miranti
  14. Juniar [Magelang]
  15. Aulia [Satu Bumi UGM]
  16. Riza [Satu Bumi UGM]
  17. Congek [Satu Bumi UGM]
 
24 Comments

Posted by on January 29, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , , ,

 
%d bloggers like this: