RSS

Tag Archives: tebing

Pendakian Gunung Lawu

Dalam rangka menikmati liburan, kita (ciprut & binti) berniat untuk mengajak beberapa teman untuk hiking ke puncak Hargo Dumilah di gunung Lawu di keiggian 3.265 Mdpl yang letaknya di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk saya sendiri, ini adalah kali kedua saya menikmati jalan berbatu di gunung ini. Event nostalgia buat saya, seketika teringat pendakian pertama saya di sini bersama teman-teman dari BPN kala itu, pengalaman yg sangat menyenangkan, seperti pendakian kali ini namun dengan teman dan cerita yang berbeda.

Cemoro Sewu

Perjalanan bermula dari kota Surabaya (03.40) menuju kota Magetan (09.30) dengan berkendara motor. Jalur tracking favorit para pendaki Gunung Lawu ada dua, Cemoro Kandang dan Cemoro sewu, kita memilih jalur Cemoro Sewu dengan kondisi jalan berbatu yang ditata rapi seperti tangga namun lumayan melelahkan, selain itu juga karena waktu perjalanan bisa lebih pendek. Setelah memarkirkan kendaraan disekitar pintu gapura Cemoro Sewu, Tracking dimulai dari pos perijinan di Cemoro Sewu. Melewati jalan setapak yang dikelilingi pohon pinus dan lahan wortel milik masyarakat sekitar hingga sampai d pos 1 pukul 10.45, untuk pendaki yang capek bisa istirahat di sini sebentar. Diantara pos perijinan dan pos 1 terdapat pos bayangan yang memiliki sumber air bersih, biasanya para pendaki yang sudah turun gunung mengambil air dari sumber ini ketika kehabisan persediaan air. Namun satu hal yang sangat disayangkan disetiap pos yang seharusnya nyaman untuk tempat istirahat dan menghirup sejuknya udara pegunungan ternyata yang ada sekarang kondisinya sangat memprihatinkan, tidak terawat dan sangat kotor, (maaf.. bisa dibilang hampir mirip tempat pembuangan sampah).

Pos 2 (kotor dan atap yang rusak)

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan pemandangan yang mulai tampak menghijau khas pemandangan pegunungan dan sampai di pos 2 pukul 12.55, untuk yang sedang lapar dan kalau beruntung di sini terdapat warung yang menyediakan makanan dan minuman hangat… menyenangkan bukan?

Setelah istirahat sebentar untuk meluruskan kaki sejenak dan membuka bekal makanan kita, perjalanan dilanjutkan menuju pos 3. Jalur yang dilalui masih berupa jalan setapak berbatu disebelah dinding-dinding tebing berbatu… pemandangannya oke banget dah. Pukul 14.45 sampai di pos 3.

Setelah istirahat 10 menit di pos 3, perjalanan dilanjutkan sampai pos 4 pukul 16.40 udara sudah mulai dingin dan hujan gerimis mulai turun namun tetap kita lanjutkan dengan memakai jas hujan yang kita bawa masing-masing karna berharap tidak akan kemalaman sampai di pondok Hargo Inggil nantinya. 10 menit kemudian dalam perjalanan menuju pondok Hargo Inggil yaitu pukul 16.50, kita memutuskan untuk istirahat dan membuka tenda dome kami di tepi jalan setapak dengan pemandangan yang sangat menakjubkan di malam harinya… dingin.. itu sudah pasti, tapi kita punya teh dan kopi cocok untuk menemani kita bercengkrama bersama dalam hangatnya secangkir kopi dan teh hangat… nikmat sekali.

Sanrise Puncak Lawu

Untuk mengejar sunrise di puncak gunung Lawu – Hargo Dumilah, sengaja kita rencanakan untuk bangun lebih awal, pukul 03.25 pagi setelah packing semua barang dan peralatan, kita melanjutkan perjalanan hingga nyampek puncak pukul 05.10, tedikit terlambat memang, itu karena kita sangat menikmati pemandangan di perjalanan ini jadi sangat santai sekali dan kita sengaja tidak mampir ke pondok Hargo Inggil. Setelah sampai,  suasana di puncak gunung Lawu saat itu sudah penuh dengan kelompok pendaki lain, maklum lah dalam pendakian kita kali ini berbarengan dengan hari 1 Sura (tahun baru dalam kalender Jawa) jadi banyak kelompok peziarah yang akan melakukan kegiatan spiritual khusus seperti meditasi atau hanya sekedar mengirim doa. Tak’apa lah yang penting kita sudah bisa bernafas lega, menghirup udara puncak pegunungan di pagihari yang segar dan inilah waktunya untuk bernarsis riaaaa… Horeeee!!! Puncaaaakk!!!

Puncak Lawu - Hargo Dumilah

Anggota pendakian:

  • Citra-Ciprut
  • Binti
  • Faruq
  • Arif
 
2 Comments

Posted by on March 23, 2013 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , , , , , ,

Gunung Kelud [Stratovolcano]

Awalnya ngiler melihat foto panorama gunung kelud di FB temen ciprut [Binti]. Akhirnya hari minggu tanggal 18 maret 2012 kemaren ciprut diajak jalan-jalan ke sana. Seru juga liburan kali ini. Dari Klaten ciprut berangkat jam 17.00 naik bis menuju Bra’an-Kertosono jam  22.30, disana ciprut udah janjian sama temen-temen yang berangkat dari Surabaya dengan mobil pribadi, tujuan kita adalah kota Tahu Poong [Kediri-Ngadiluwih], disana kita bermalam dirumah temen ciprut [Suyanto-Irwin]. Jam 11.33 kita mulai berangkat dari Kediri dan sampai di G. Kelud jam 13.30.

Tiket masuk ke kawasan G. Kelud sekarang ternyata naik dua kali lipat dari sebelumnya [Rp. 10000] tapi ini masih termasuk murah. Meskipun  sudah siang tapi udara masih terasa segar namun kita harus berhati-hati karena jalur yang kita lewati rawan longsor dan terdapat ‘Jalan Misterius’, konon katanya ketika melewati jalan ini tanpa menyalakan mesin kendaraan akan melaju dengan sendirinya kearah tanjakan, saya rasa lokasi itu terdapat medan magnet tertentu.

Gunung Kelud berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri dengan ketinggian 1.731 Mdpl. Gunung Kelud (sering disalahtuliskan menjadi Kelut yang berarti “sapu” dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut,ClootKloet, atau Kloete). Gunung ini termasuk dalam ‘Cincin Api Pasifik’ dan masih aktif hingga sekarang. Sebelumnya G. Kelud memiliki danau dengan air berwarna biru/tosca di kawahnya… indah sekali, namun sejak tahun 2007 danau itu menghilang karena gunung ini kembali meningkat aktivitasnya dan membentuk sebuah anak gunung di tengah-tengahnya. Karena merupakan gunung yang masih aktif hingga sekarang G. Kelud memiliki sumber air panas. Favorit saya disini adalah pemandangan dinding tebingnya selain menakjubkan juga sering digunakan sebagai area panjat tebing. Kawasan G. Kelud juga sering digunakan sebagai olahraga jogging, lintas alam, dan bumi perkemahan bagi penggiat olahraga alam bebas.

Here are some photos of Kelud. I wish I could take a better picture.

 

 

 
6 Comments

Posted by on March 29, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , ,

 
%d bloggers like this: