RSS

Tag Archives: travel

Gunung Kelud [Stratovolcano]

Awalnya ngiler melihat foto panorama gunung kelud di FB temen saya [Binti]. Akhirnya hari minggu tanggal 18 maret 2012 kemaren saya diajak jalan-jalan ke sana. Seru juga liburan kali ini. Dari Klaten saya berangkat jam 17.00 naik bis menuju Bra’an-Kertosono jam  22.30, disana saya udah janjian sama temen-temen yang berangkat dari Surabaya dengan mobil pribadi, tujuan kita adalah kota Tahu Poong [Kediri-Ngadiluwih], disana kita bermalam dirumah temen saya [Suyanto-Irwin]. Jam 11.33 kita mulai berangkat dari Kediri dan sampai di G. Kelud jam 13.30.

Tiket masuk ke kawasan G. Kelud sekarang ternyata naik dua kali lipat dari sebelumnya [Rp. 10000] tapi ini masih termasuk murah. Meskipun  sudah siang tapi udara masih terasa segar namun kita harus berhati-hati karena jalur yang kita lewati rawan longsor dan terdapat ‘Jalan Misterius’, konon katanya ketika melewati jalan ini tanpa menyalakan mesin kendaraan akan melaju dengan sendirinya kearah tanjakan, saya rasa lokasi itu terdapat medan magnet tertentu.

Gunung Kelud berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri dengan ketinggian 1.731 Mdpl. Gunung Kelud (sering disalahtuliskan menjadi Kelut yang berarti “sapu” dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut,ClootKloet, atau Kloete). Gunung ini termasuk dalam ‘Cincin Api Pasifik’ dan masih aktif hingga sekarang. Sebelumnya G. Kelud memiliki danau dengan air berwarna biru/tosca di kawahnya… indah sekali, namun sejak tahun 2007 danau itu menghilang karena gunung ini kembali meningkat aktivitasnya dan membentuk sebuah anak gunung di tengah-tengahnya. Karena merupakan gunung yang masih aktif hingga sekarang G. Kelud memiliki sumber air panas. Favorit saya disini adalah pemandangan dinding tebingnya selain menakjubkan juga sering digunakan sebagai area panjat tebing. Kawasan G. Kelud juga sering digunakan sebagai olahraga jogging, lintas alam, dan bumi perkemahan bagi penggiat olahraga alam bebas.

Here are some photos of Kelud. I wish I could take a better picture.

 

 

Advertisements
 
6 Comments

Posted by on March 29, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , ,

Gunung Tangkuban Prahu – 2012

Weekend tanggal 11 Maret 2012 kemarin saya sempat mengunjungi rumah sahabat saya di Bandung tepatnya di daerah Dago, ini liburan yang singkat, sabtu malem berangkat dari Klaten dan minggu-nya saya diajak jalan-jalan ke Kawah Tangkuban Prahu, trus malemnya dah balik lagi ke Klaten karena hari senin harus kerja lagi, waktu yang singkat untuk melepas kangen dengan sahabat lama dan kawasan Gunung Tangkuban Prahu jadi tempat nongkrong sejenak kita.

Kawah Tangkuban Prahu berada di 2084 Mdpl dan termasuk dalam wilayah Kab. Subang. Dari Dago [Bandung] ke kawasan Kawah Tangkuban Prahu jaraknya cuman 17km dan menempuh jarak waktu skitar 30menit doang, Kawah Tangkuban Prahu sebenarnya berupa deretan beberapa kawah yang sangat menakjubkan dan dikelilingi dengan gunung-gunung di sampingnya. Ingin tahu kenapa namanya Tangkuban Prahu? Dari beberapa sumber yang saya dapatkan tentang Gunung Tangkuban Perahu bahwa dilihat dari kota Bandung, Gunung Tangkuban Prahu memiliki bentuk yang unik menyerupai perahu terbalik (Bahasa Sunda : tangkuban = terbalik, parahu = Perahu). Bentuk unik dipercaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan kisah legenda Sangkuriang. Saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah demikian juga dasar kawah dapat terlihat cukup jelas sehingga mampu menyajikan pemandangan panoramic yang spektakuler. Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Di kawasan Gunung Tangkuban Prahu terdapat 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang, Kawah-kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Sayangnya ciprut ndak sempat menjelajahi semua kawah itu karena awaktu yang mepet, maklum liburan singkat. Lain kali harus dituntaskan. n_n

Berikut beberapa dokumentasi saya di kawasan Gunung Tangkuban Prahu.

FYI : Untuk tiket masuk ke kawasan Gunung Tangkuban Prahu antara wisatawan luar dan domestik terdapat perbedaan dan untuk nominalnya tidak dapat dipastikan karena sering berubah-ubah setiap saat [entah karena apa sebabnya].

 
2 Comments

Posted by on March 27, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , ,

Mengunjungi Sang Maestro Seni Lukis [ Museum Affandi ]

Affandi (1907-1990) adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia. Pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionismenya atau abstrak sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. Dengan mengunjungi tempat ini berasa telah diberi kesempatan untuk mengetahui bagian hidup yang sangat berarti bagi Sang Maestro ini, kita bisa melihat karya-karya agung semasa sang maestro hidup, karya para pelukis lain yang ditampungnya, alat transportasi yang dipakainya dahulu, rumah yang ditinggali hingga sebuah sanggar yang kini dipakai untuk membina bakat melukis anak. Dari brosur museum yang saya baca juga telah menjelaskan banyak hal tentang Museum Affandi.

Museun Affandi terletak di jalan L. Adisucipto 167, yaitu jalan utama sebelum masuk pusat kota Jogja, di tepi barat sungai Gajahwong. Letaknya sangat Strategis sebagai salah satu kompleks museum seni lukis di Jogja. Kompleks museum ini menempati tanah sekitar 3.500 m2 terdiri atas bangunan rumah tinggal pelukis Affandi dan Keluarganya. Lahan yang berteras tidak menghambat Affandi dalam menciptakan tata letak bangunan beserta lingkungnnya. Pembangunan kompleks museum ini dilakukan secara bertahap dan dirancang sendiri oleh Affandi.

Galeri I

Pada tahun 1962 Affandi selesai membangu Galeri I dengan luas bangunan 314.6 m2 sebagai ruang pameran bagi sejumlah hasil karya lukisannya. Bangunan Galeri I ini kemudian diresmikan oleh Direktur Jendral Kebudayaan Prof. Ida Bagus Mantra pada tahun 1974. Pada Galeri I dapat disaksikan hasil karya Affandi yang berupa lukisan dari tahun-tahun awal hingga tahun terakhir semasa hidupnya. Lukisan tersebut terdiri atas sketsa-sketsa diatas kertas, lukisan cat air, pastel, serta cat minyak diatas kanvas. Hasil karya dua buah patung potret diri yang terbuat dari tanah liat dan semen, serta sebuh reproduksi patung karyanya erupa potret diri bersama putrinya Kartika. Sebuah mobil Colt Gallant tahun 1976 adalah mobil kesayangan smasa hidupnya yang telah dimodifikasi sehingga menyerupai bentuk ikan yang terpajang di dalam ruangan ini pula. Selain itu terdapat sepedah dan sejumlah reproduksi diatas kanvas dan kertas.

Galeri II

Pada tahun 1987 Presiden Soeharto memberikan bantuan berupa pendirian sebuah bangunan Galeri II, yang menempati areal tanah seluas 351,5 m2. Bangunan Galeri II ini kemudian diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hassan pada tanggal 9 Juni 1988.

Galeri III

 

Galeri III didirikan tahun 1997 dan diresmikan oleh Sri Sultan HB X pada tanggal 26 Mei 2000 dan dibangun atas ide dasar yang sama dengan bangunan lainnya antara kompleks museum yang menggunakan bentuk garis melengkung dengan atap yang membentuk pelepah daun pisang. Galeri III mempunyai tiga lantai bangunan, lantai I digunakan untuk ruang pameran, lantai II untuk ruang perawatan/perbaikan lukisan, dan lantai ruang bawah tanah sebagai ruang penyimpanan lukisan.

Studio Gajah Wong I diresmikan pada bulan Januari 2004 berfungsi sebagai ruang pamer. Kemudian pada bulan Januari 2010, studio Gajah Wong II diresmikan dan digunakan sebagai tempat belajar anak-anak dan dewasa.

Bangunan lain yang terdapat di kompleks museum Affandi ini merupakan bangunan pelengkap, yang dahulu difungsikan Affandi sebagai bangunan keluarga, yang direncanakan sebagai ruang untuk konservasi lukisan, guesthouse, dan lain sebagainya. Kolam renang keluarga tempat berkumpulnya Affandi beserta anak cucu pada saat tertentu. Sebagai peristirahatannya yang terakhir, Affandi wafat pada tanggal 23 Mei 1990 dan telah memilih tempat pemakamannya diantara 2 bangunan Galeri I dan II, berdampingan dengan istrinya Maryati, dikelilingi lukisan hasil karyanya serta rimbunan tanaman. Sebagi bagian dari komples Museum Affandi, rumah tinggal Affandi dan keluarganya berbentuk rumah panggung dengan konstruksi tiang penyangga utama dari beton dan tiang-tiang kayu, dan atap dari bahan sirap yang membentuk sebuah pelepah daun pisang. Bangunan yang ada di kompleks museum ini seluruhnya spiral lengkung dan bagian atas rumah panggung merupakan kamar pribagi Affandi, sedangkan bagian bawah digunakan sebagai ruang duduk tamu serta garasi mobil.

Sebuah gerobak telah dimodifikasi menjadi sebuah kamar, lengkap dengan dapur dan kamar kecilnya, dibangun Affandi atas permintaan Maryati istrinya sebagai tempat istirahat di siang hari dan tempat menyulam karya-karyanya. Bentuk gerobak menjadi ide pilihan Affandi, ketika semula Maryati menginginkan “caravan” [yang banyak digunakan masyarakat Amerika sebagai sarana tempat tinggal yang mudah berpindah tempat]. Semasa hidupnya Affandi disamping memilih koleksi hasil karya lukisnya, juga mengoleksi hasil karya seniman lain, yang berupa karya lukis, pahat, patung, dan lain sebagainnya. Koleksi karya seniman lainini terdiri dari hasil karya seniman pemula hingga seniman ternama Indonesia lainnya, koleksi lukisan Affandi yang tersimpan saat ini berjumlah 300 buah, yang dipamerkan berkala secara bergantian di museumnya.

Alamat:

MUSEUM AFFANDI
Jl. Laksda Adisucipto 167
Yogyakarta 55281

Telp. 0274-562 593

Jam Kunjungan:

Senin-Minggu 09.00-16.00
Hari libur nasional tutup

Tiket:
Tiket Rp 20.000 (bonus pensil dan kupon soft drink di Cafe Loteng)

Note: Dulu kamera dikenakan biaya Rp 10.000, sekarang tidak diperbolehkan memotret di dalam galeri.

 
1 Comment

Posted by on March 2, 2012 in Art & Design

 

Tags: , , , , , ,

Persiapan Mendaki Gunung

Mendaki gunung merupakan suatu pengalaman yang sangat menyenangkan dan menarik bagi sebagian besar penggiat kegiatan alam bebas, sulit untuk dilupakan apalagi ketika sudah berada di puncak gunung, menikmati udara segar pegunungan dan disaat guyub bersama teman-teman seperjalanan, kegiatan mendaki gunung bisa sebagai penghilang stress dan degradasi moral lainnya. Kegiatan mendaki gunung adalah kegiatan alam bebas yang membutuhkan beberapa persiapan, baik itu persiapan mental dan fisik serta teknis supaya tidak terjadi kemungkinan atau mengalaman buruk dalam pendakian.

  1. Persiapan mental

Persiapan mental sangat mempengaruhi kondisi fisik, berdoa, berlatih untuk berpikir positif dan optimis sangat diperlukan, serta mengetahui kemampuan sendiri dalam tim agar tidak terlalu memaksakan diri dan bisa menghadapi medan yang ditempuh.

  1. Persiapan fisik

Persiapan fisik sangat dibutuhkan karena kegiatan mendaki gunung sangat membutuhkan ketahanan tubuh yang kuat, persiapan fisik yang bisa dilakukan adalah olahraga, misalnya : jogging, fitness, berenang, rutin bersepeda, dll.

  1. Perencanaan pendakian
  • Mempelajari medan yang akan ditempuh, termasuk menentukan rute jalur yang akan dilewati.
  • Perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam pendakian.
  • Periksa segala perlengkapan yang dibawa.
  1. Perlengkapan dalam pendakian.

Dalam hal ini pendaki diharuskan membawa perlengkapan seperlunya yang aman dan nyaman, lebih bagus lagi kalau bisa membawa perlengkapan/barang yang multiguna praktis dan beban barang tidak terlalu berat.

Ransel

Pilih yang tidak berat dan ringkas. Berat ketika ransel kosong kurang dari 1,3kg. beban yang terlalu berat [melebihi kemampuan tubuh untuk mengangkat beban] menyebabkan beberapa masalah dalam pendakian, diantaranya : cepat lelah, lambat, membosankan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak. Selain itu juga dapat menyebabkan cidera di bahu, pinggul, atau punggung, keseleo di mata kaki. Ketika perjalanan jadi lambat maka itu artinya waktu untuk beristirahat dan bersantai jadi berkurang.

Sleeping bag

Istirahat untuk mengembalikan stamina itu penting saat kegiatan pendakian, maka dari itu pilih peralatan tidur yang tidak terlalu berat dan nyaman untuk dipakai.

Matras
Usahakan membawa matras yang bisa dilipat dan dimasukkan dalam tas carier agar tidak mengganggu dalam perjalanan. saat ini ada bahan alumimium foil berlapis busa yang sangat ringan dan bisa dilipat, mekipun tipis tapi kemampuan aluminium menahan uap lembab dari tanah sangat baik sekali, jenis matrass ini tersedia dalam ukuran yang lebar dan cukup untuk tenda atau bivy untuk satu orang.

Tenda

Carilah tenda yg sekiranya didisain tahan angin besar dan hujan besar lebat. Usahakan memilih tenda yang mudah dan praktis saat dirakit atau digunakan. Pilihlah tenda yang masuk akal beratnya dan dimensi yang kecil pada saat di packing. Selain untuk kepraktisan juga sangat membantu ketika harus dibawa-bawa dalam carrier

Alat masak

Ada banyak sekali alat masak ultralight yang praktis untuk dipakai dan dibawa dalam tas ransel, biasanya dalam 1 set terdapat kompor, jampel, loyang lapis tavlon dan wadah untuk masak nasi dan air. yang sering orang gunakan biasanya jenis Trangia.

Kantung plastic
Selalu siapkan kantong plastic dalam tas karena nantinya berguna sebagai kantong tempat sampah yang harus dibawa turun gunung, tempat baju kotor, dll. Ketika packing, pisahkan barang-barang sesuai dengan kelompoknya, jangan lupa pula untuk melapisi tas dengan kantong plastik/polybag besar didalamnya sebelum memasukkan semua barang karena akan melindungi semua barang secara keseluruhan dari air.

Senter/headlamp

Senter sangat berguna ketika melakukan perjalanan malam, jadi pilihlah alat penerangan yang praktis dibawa, dan tahan di cuaca dingin.

Pisau lipat

Alat ini berupa alat multifungsi, biasanya berisi alat-alat lain dalam 1set seperti gunting, tang, gergaji kecil, dll. Yang saya pakai selama ini adalah merk Leatherman karena lebih lengkap dan awet-tidak mudah berkarat.

Jaket
Pilihlah jaket yang memiliki tutup kepala karena di tempat dingin tutup kepala sangat membantu menutupi dingin pada bagian kepala. selain itu perhatikan bahannya pilihlah jaket yang tahan angin dan tidak berat.

Rain coat / ponco
Pada musim hujan rain coat/ ponco sangat dibutuhkan selain untuk melindungi kita dari hujan, ponco juga bisa digunakan sebagai alas.

Pakaian ganti secukupnya
Untuk pakaian bawalah pakaian yang sesuai dengan musim saat anda mengadakan perjalanan, t-shirt katun dan celana pendek katun tipis sangat baik untuk musim kemarau. Usahakan untuk merencanakannya seefisien mungkin agar tidak kelebihan atau kekurangan.

Sepatu tracking
Pilihlah sepatu yang anti air dan tidak ribet,tentunya yang nyaman dipake juga. usahakan sepatu bisa menutupi/melindungi mata kaki.

Sandal

Untuk sandal gunung model jepit kekurangannya ialah titik pertahan terletak antara jempol kaki dan telunjuk kaki, dan hal ini biasanya membuat bagian tersebut lecet dan membuat kaki kita tidak nyaman. Maka saya sarankan agar memilih sandal jepit model slop demi kenyamanan kaki.

 
1 Comment

Posted by on February 19, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , , ,

Gunung Merbabu Jalur Wekas [2012]

Ini kali pertama saya coba buat catatan perjalanan, lagi belajar nulis juga nih. Semoga catatan perjalanan saya ini bermanfaat untuk semuanya yaaa.

Setelah 1 bulan sebelumnya main ke gunung Semeru [gunung tertinggi se-Pulau Jawa], selanjutnya melalui koordinasi singkat lewat FB diputuskan next trip adalah hiking ke gunung Merbabu-Jawa Tengah, kebetulan saya juga belum pernah hiking ke gunung Merbabu, sip banget nih.  Nama “merbabu” berasal dari gabungan kata “meru” (gunung) dan “abu” (abu). Ketinggian gunung Merbabau ini adalah 3142 mdpl dan masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat serta Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah. Tanggal 21-23 Januari 2012 adalah waktu yang tepat untuk kita liburan hiking ke gunung Merbabu, ada long weekend karena perayaan Imlek [2012]. Sebenarnya hiking di gunung Merbabu cuman butuh 2 hari saja [tanggal 21-22 Januari], tanggal 23-nya dipakek untuk jalan-jalan di Jogja sebelum teman-teman balik ke rutinitas masing-masing, maklum teman-teman ada yang berasal dari tempat jauh, dari Aceh, Padang, Bandung dan Kediri, kebanyakan dari mereka kerja di BPN [Badan Pertanahan Nasional]. Jumlah anggota pendakian kali ini cukup banyak, 17 orang. Ini kali pertama ciprut hiking dengan jumblah anggota paling banyak deh.

Titik pertemuan dengan seluruh teman pendakian dari BPN-Jakarta adalah di terminal Magelang, karena rencananya kita akan mengambil jalur pendakian melalui desa Wekas. Sebelumnya saya dan teman-teman dari Kediri [Binti dan Irwin] berangkat dari kos-kosan saya di Klaten pukul 8.00 menuju terminal Giwangan-Jogja dan dilanjutkan lagi naik bus mini ke terminal Jombor-Jogja karena kita harus bertemu dengan teman-teman dari Satu Bumi UGM dan beberapa teman dari BPN yang sudah sampai Jogja. Sebenarnya bisa saja dari terminal Giwangan langsung naik bis mini menuju terminal Magelang.

Sampai di terminal Magelang sudah pukul 12.30, teman-teman yang lain sudah sampai duluan dari pada kami dan lengkap sudah semua 17 orang anggota pendakian gunung Merbabu kali ini. Setelah packing ulang untuk pembagian logistic dan isoma skitar pukul 14.00 kita berangkat naik bus mini menuju desa Wekas jurusan Magelang-Kopeng dan turun di Kaponan tepatnya di depan Gapura Wanawisata Desa Wekas [skitar 9 Km dari Kopeng]. Dari Gapura Wanawisata Desa Wekas ini para pendaki biasanya berjalan kaki melewati jalan-jalan desa yang sekarang sudah beraspal sejauh 3 Km menuju basecamp pendakian gunung Merbabu. Kalau tidak mau capek jalan kaki sebelum tracking bisa sewa pickup sayur seperti yang kita lakukan, ongkos bisa dinego, karena jumlah kami banyak ongkos bisa jadi Rp. 6000/org dan turun di bascamp pendakian di desa Wekas [desai ini adalah desa terakhir menuju gunung Merbabu]. Di basecamp kita diwajibkan untuk isi daftar data diri nama dan alamat untuk registrasi. Jalur Wekas ini merupakan jalur pendek menuju puncak merbabu dan hanya memiliki 2 pos untuk beristirahat.

Hari sudah mulai sore, mendung menyelimuti desa Wekas dan hujan gerimis mulai turun. Pukul 16.00 kita siap untuk memulai perjalanan kita. Perjalanan ini diawali dengan jalan berbatu yang tertata rapi serta disambut oleh pemandangan ladang penduduk khas dataran tinggi yang ditanami berbagai macam sayuran seperti wortel, kubis, dan bawang. Di ujung jalan setapak terdapat pos 1 berupa sebuah balai dan tempat peristirahatan yang disekelilingnya masih dikelilingi ladang penduduk, disini kita melakukan koordinasi kecil yang dipimpin oleh Aulia [dari Satu Bumi UGM] untuk kesiapan kita dalam pendakian seperti pem-posisi-an tugas leader dan skipper supaya tim pendakian ini tidak berpencar, yang harus diparhatikan adalah tetap waspada dan saling memperhatikan kondisi satu-sama lain karena udara di Merbabu yang dingin dan sering kali turun kabut tebal, di musim seperti sekarang ini faktor hujan juga harus diperhatikan raincoat dan ponconya dipakai dulu, meskipun gerimis tapi kita harus sudah siap karena perjalanan masih panjang, serta penghormatan terhatap tradisi warga setempat juga perlu diperhatikan.

Langsung menuju pos 2, jalur menuju pos 2 ini sedikit curam dengan kondisi jalan dari tanak dan kombinasi bebatuan sehingga rawan terpleset karena licin apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, jadi saran saya pakailah pelindung kaki dengan alas yang memiliki ceruk dalam supaya lebih bisa menggigit tanah. Sekitar pukul 19.30 kita sampai di pos 2, perhitungan waktu dari basecamp ke pos 2 skitar 3,5 jam. Pos 2 ini berupa daratan yang datar yang cukup luas dan terbuka, bisa untuk mendirikan tenda hingga puluhan, berlatar belakang bukit-bukit hijau, serta disinilah terdapat sumber air yang di salurkan melalui pipa-pipa besar yang ditampung pada sebuah bak dan bisa dimanfaatkan untuk memasak bagi para pendaki. Dekat dengan pos 2 ini sebenarnya terdapat air terjun kecil bertingkat yang terbentuk dari aliran dari sumber air yang biasa dimanfaatkan warga desa Wekas, tapi kita tidak kesana karena untuk melaluinya harus melewati jalur buntu. Kondisi cuaca saat kita sampai di pos 2 sangat dingin sekali, angin berhembus sangat kencang. Kita langsung bagi tugas untuk buka tenda dan sebagian memasak untuk minuman hangat dan makan malam. Angin kencang disini sedikit menyulitkan kita untuk memasak karena angin bercampur dengan rintik hujan, kita harus berpindah beberapa kali untuk mendapatkan posisi masak yang aman dan nyaman. Inilah salah satu nikmatnya hiking adalah kegiatan masak-memasak di alam terbuka, tantangan yang seru. Setelah makan dan dilanjut ngobrol dan senda gurau yang ditemani dengan minuman hangat [ada yang bawa kopi khas Aceh nih] mantab beneeer kebersamaan di alam bebas ini, selanjutnya waktunya istirahat untuk suplay tenaga buat muncak besok pagi. rencana muncak adalah jam 5.00 pagi, ternyata jadwal molor karena semua masih pada tidur pulas.. hehehe maklum semalaman ada yang dah capek berat dan ada yang kena efek kopi khas Aceh.

Matahari sudah mulai naik, suasana diluar tenda sudah terang benderang, waktunya menyiapkan makanan dan mempersiapkan bekal untuk perjalanan ke puncak Merbabu, bekal yang dibawa cukup minuman, makanan untuk di perjalanan dan ponco/jas hujan untuk antisipasi cuaca, semua itu cukup dimasukkan ke masing2 day bag aja. Disini Mas Aulia [dari Satu Bumi UGM] merelakan dirinya untuk tinggal menjaga tenda ketika teman-teman yang lain malakukan perjalanan ke puncak Merbabu, serta menyiapkan makan siang ketika kita sudah sampai di pos 2 kembali. sip daaah. Setelah sarapan dan mempersiapkan semua bekal, pukul 6.15 kita berangkat menuju puncak Merbabu, dari pos 2 ini selanjutnya akan membawa kita kita ke persimpangan jalur Thekelan & jalur Wekas, persimpangan ini terletak antara pos Pemancar & pos Helipad, dari sini jalan mulai relatif landai namun cukup bahaya karena jalan yang sempit dan kiri-kanan berupa jurang dengan angin yang begitu kencang yang mungkin bisa menyapu kita setiap saat, jadi berhati-hatilah. Jalur ini juga terdapat beberapa poin tanjakan dengan cara memanjat tebing [bouldering], pemandangan dari beberapa puncak sekunder Merbabu mulai terlihat dengan tebing-tebing dan hutan safana yang mulai menghijau setelah  bulan september sebelumnya terjadi kebakaran hebat disini [saya suka banget tempat ini].

Pukul 9.10, Selamaaat!! kita sudah sampek di puncak Merbabu, ada dua puncak yang berdekatan disini [Kentheng Songo-3142mdpl & Puncak Syarif-3119mdpl]. Tampak jelas pemandangan gunung Merapi disini, agak kejauhan juga terlihat gunung Sindoro dan Sumbing yang berdiri megah. Tempat ini sangat dingin dengan hembusan angin kencang-nya, tapi semua itu sedikit terlupakan karena sudah lega dah nyampek puncak.  Puncak Syarif terdapa Tugu Puncak Merbabu. Puncak Kentheng Songo ini terdapat batu kenteng/lumpang/berlubang dengan jumlah 9 [menurut penglihatan paranormal].

Setelah jepret-jepret dengan berbagai gaya narsis, pukul 10.10 kita turun ke pos-2 dengan jalur yang sama dan sampai di sana pukul 12.00. tiba di pos-2… horeee makanan sudah siaaap dan kita bisa selonjorkan kaki untuk istirahat sejenak, cuaca siang itu panas sekali. Setelah istirahat dan makan siang bersama, kita packing semua logistic bersama dan peralatan pribadi masing-masing untuk persiapan turun gunung. Pukul 14.00 kita berdoa dulu sebelum perjalanan supaya selamat dalam perjalanan pulang.

Nyampe di base camp pukul 15.30, cuaca sudah mulai gerimis lagi. Di base camp kita bisa istirahat & membersihkan badan [ada kamar mandi umum gratis disini, airnya?… tidak usah ditanya… diiiiingin sekali]. Pukul 17.00 Jeng Efi dah dapet carteran 2 mobil untuk mengantarkan kita ke terminal Magelang [ongkos carter 2 mobil 250rb]. dari terminal Magelang inilah kita berpisah untuk bertemu lagi di kegiatan selanjutnya.

Asta la vista teman-temaaan.

Nama anggota pendakian:

  1. Suyanto
  2. Irwin [Kediri]
  3. Binti [Kediri]
  4. Evi [Jogja]
  5. Ciprut [Bangil]
  6. Reza [Surabaya]
  7. Rahmat [Banda Aceh]
  8. Heru [Padang]
  9. Ramon [Padang]
  10. Ihsan rivano [Padang]
  11. Misqi
  12. Ilham / Kasino
  13. Miranti
  14. Juniar [Magelang]
  15. Aulia [Satu Bumi UGM]
  16. Riza [Satu Bumi UGM]
  17. Congek [Satu Bumi UGM]
 
24 Comments

Posted by on January 29, 2012 in Adventure & Traveling

 

Tags: , , , , ,

 
%d bloggers like this: